Sustainable Travel Jadi Tren Liburan Masa Depan

KBRN, Bukittinggi: Liburan sekarang nggak cuma soal foto aesthetic atau destinasi hits, tapi juga soal sustainable travel alias wisata berkelanjutan. Tren ini makin digemari anak muda yang pengen jalan-jalan tapi tetap peduli lingkungan dan budaya lokal. Dengan wisata berkelanjutan, liburan jadi seru sekaligus berdampak positif bagi bumi dan masyarakat sekitar.

Menurut data dari Booking.com, sekitar 83% traveler global tertarik memilih akomodasi ramah lingkungan, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Anak muda khususnya cenderung pilih homestay, eco-resort, atau transportasi rendah emisi untuk mendukung keberlanjutan. Ini bukti kalau sustainable tourism bukan sekadar tren sementara, tapi gaya hidup baru generasi muda.

Selain akomodasi, aktivitas di destinasi juga penting diperhatikan. Pilih tur yang memprioritaskan konservasi alam, edukasi budaya lokal, dan minim limbah, seperti ikut program penanaman pohon atau belajar kerajinan tangan masyarakat setempat. Menurut Global Sustainable Tourism Council, wisata berkelanjutan bisa meningkatkan ekonomi lokal hingga 20% karena wisatawan lebih banyak belanja produk lokal.

Transportasi juga jadi faktor besar dalam wisata berkelanjutan. Anak muda kini mulai pilih kereta, bus, atau sepeda saat menjelajah kota, bahkan beberapa destinasi menyediakan e-bike atau shuttle ramah lingkungan. Cara ini nggak cuma mengurangi carbon footprint, tapi juga bikin pengalaman liburan lebih seru dan menantang.

Intinya, sustainable travel lebih dari sekadar tren Instagramable. Ini cara generasi muda menikmati liburan sambil menjaga bumi, mendukung ekonomi lokal, dan belajar budaya setempat. Liburan tetap seru, pengalaman lebih berkesan, dan dampak positifnya terasa nyata bagi lingkungan dan masyarakat lokal. (AMP/RRIBKT)


Rekomendasi Berita