Fashion Forward Pakai Teknologi dan Ramah Lingkungan

KBRN, Bukittinggi: Sekarang, fashion nggak cuma soal penampilan keren, tapi juga tentang teknologi dan keberlanjutan. Anak muda bisa tetap stylish sambil peduli lingkungan lewat tren fashion-forward. Brand-brand mulai pakai bahan daur ulang, produksi minim limbah, dan teknologi wearable canggih, jadi fashion nggak cuma aesthetic, tapi juga smart dan eco-friendly.

Menurut data Global Fashion Agenda, lebih dari 60% brand fashion kini fokus ke sustainability, termasuk bahan organik, teknik pewarnaan hemat air, dan proses produksi ramah lingkungan. Tren ini nggak cuma mengurangi jejak karbon, tapi juga bikin generasi muda lebih sadar soal dampak pakaian mereka. Jadi, pilih fashion ramah lingkungan sekarang bukan cuma tren, tapi juga tanggung jawab.

Selain ramah lingkungan, teknologi wearable dan digital fashion makin populer. Misalnya, pakaian dengan sensor untuk olahraga atau koleksi digital untuk avatar di dunia metaverse. Pasar digital fashion diperkirakan mencapai USD 5 miliar pada 2026, memberikan kesempatan eksplorasi kreatif tanpa produksi fisik berlebihan.

Tren fashion-forward juga bikin anak muda lebih kreatif dalam mix and match, DIY, dan upcycling. Banyak yang bikin konten di media sosial tentang fashion ramah lingkungan atau kolaborasi digital fashion. Jadi, fashion kini bukan cuma soal style, tapi juga inovasi dan kontribusi positif ke bumi.

Intinya, fashion forward dengan teknologi dan keberlanjutan bikin style lebih modern, kreatif, dan peduli lingkungan. Anak muda bisa tampil keren, tetap trendy, dan sekaligus memberi dampak positif lewat pilihan fashion mereka. Pilihan fashion sekarang bisa jadi statement bukan hanya soal gaya, tapi juga tanggung jawab sosial dan lingkungan. (AMP/RRIBKT)


Rekomendasi Berita