KBRN, Bukittinggi: Menulis adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan diasah oleh siapa saja. Namun, baik penulis pemula maupun yang sudah berpengalaman sering kali melakukan kesalahan yang sama tanpa disadari. Kesalahan-kesalahan ini dapat membuat tulisan terasa membosankan, sulit dipahami, atau kehilangan pesan utamanya. Dengan mengenali kesalahan umum dalam menulis, kita bisa memperbaiki kualitas tulisan secara signifikan.
1. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah menulis tanpa tujuan yang jelas. Akibatnya, tulisan menjadi melebar ke mana-mana dan sulit dipahami pembaca.
Cara menghindarinya: Tentukan tujuan sejak awal. Apakah tulisan bertujuan untuk menginformasikan, menghibur, atau meyakinkan pembaca? Dengan tujuan yang jelas, arah tulisan akan lebih terfokus.
2. Paragraf Terlalu Panjang
Paragraf yang terlalu panjang membuat pembaca cepat lelah, apalagi di era digital saat orang lebih sering membaca lewat layar ponsel.
Cara menghindarinya: Pecah paragraf panjang menjadi beberapa paragraf pendek yang padat dan jelas. Idealnya, satu paragraf hanya membahas satu gagasan utama.
3. Penggunaan Bahasa Berbelit-belit
Banyak penulis merasa tulisan akan terlihat “hebat” jika menggunakan kalimat panjang dan kosakata rumit. Padahal, hal ini justru menyulitkan pembaca.
Cara menghindarinya: Gunakan bahasa yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami. Tulisan yang baik bukan yang paling rumit, melainkan yang paling jelas.
4. Kurang Memperhatikan Tata Bahasa dan Ejaan
Kesalahan ejaan, tanda baca, dan tata bahasa dapat mengurangi kredibilitas penulis dan mengganggu kenyamanan membaca.
Cara menghindarinya: Selalu lakukan penyuntingan (editing) sebelum mempublikasikan tulisan. Membaca ulang atau menggunakan alat bantu pengecekan ejaan bisa sangat membantu.
5. Pembukaan yang Tidak Menarik
Tulisan yang dibuka dengan cara datar atau terlalu umum berisiko ditinggalkan pembaca sejak awal.
Cara menghindarinya: Buat pembukaan yang memancing rasa ingin tahu, bisa dengan pertanyaan, fakta menarik, atau cerita singkat yang relevan dengan topik.
6. Tidak Memahami Target Pembaca
Menulis tanpa mempertimbangkan siapa pembacanya dapat membuat pesan tidak sampai atau terasa tidak relevan.
Cara menghindarinya: Kenali target pembaca: usia, minat, dan latar belakang mereka. Sesuaikan gaya bahasa dan contoh yang digunakan agar lebih tepat sasaran.
7. Terlalu Takut Salah
Rasa takut membuat tulisan tidak sempurna sering kali membuat seseorang menunda menulis atau berhenti di tengah jalan.
Cara menghindarinya: Ingat bahwa tulisan pertama tidak harus sempurna. Fokuslah menulis dulu, perbaikan bisa dilakukan belakangan.
8. Tidak Melakukan Revisi
Menganggap tulisan pertama sudah cukup baik adalah kesalahan yang sering terjadi. Padahal, proses revisi sangat penting untuk meningkatkan kualitas tulisan.
Cara menghindarinya: Sisihkan waktu khusus untuk merevisi. Periksa alur, kejelasan ide, dan pilihan kata agar tulisan semakin kuat.
Kesalahan dalam menulis adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses belajar. Dengan mengenali kesalahan umum seperti kurangnya fokus, bahasa yang rumit, hingga minimnya revisi, penulis dapat terus berkembang. Kunci utama dalam menulis adalah latihan yang konsisten, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Dengan begitu, tulisan tidak hanya enak dibaca, tetapi juga mampu menyampaikan makna secara efektif.(DP)