Liburan Bertanggung Jawab Itu Gaya Hidup

KBRN, Bukittinggi : Liburan hari ini nggak cuma soal jalan-jalan jauh atau foto estetik buat feed Instagram. Banyak traveler mulai sadar kalau setiap perjalanan punya dampak nyata pada alam, budaya, dan masyarakat lokal. Makanya, konsep liburan bertanggung jawab kini perlahan berubah dari tren jadi gaya hidup yang digemari banyak orang.

Data dari UNWTO menunjukkan bahwa sektor pariwisata bisa menyumbang sekitar 8–10% emisi karbon global kalau tidak dikelola secara berkelanjutan. Angka ini bikin banyak wisatawan muda mulai berpikir ulang soal cara mereka bepergian. Liburan kini dimaknai sebagai pengalaman menyenangkan yang tetap ramah lingkungan dan nggak merusak bumi.

Liburan bertanggung jawab berarti memilih transportasi rendah emisi, mengurangi sampah, dan menghargai budaya lokal. Hal sederhana seperti membawa botol minum sendiri atau memilih akomodasi berbasis komunitas sudah memberikan dampak positif. Survei global menunjukkan lebih dari 70% wisatawan muda cenderung memilih destinasi yang menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Bagi masyarakat lokal, praktik wisata bertanggung jawab membuka peluang ekonomi baru tanpa merusak lingkungan. Pendekatan ini juga membantu menjaga kearifan lokal agar budaya dan tradisi tetap lestari. Dengan cara ini, pariwisata nggak cuma menguntungkan wisatawan, tapi juga memberi masa depan yang lebih adil bagi komunitas setempat.

Pada akhirnya, liburan bertanggung jawab soal kesadaran dan empati. Kita tetap bisa menikmati keindahan dunia sambil memastikan keindahan itu tetap terjaga untuk generasi berikut. Ketika traveling jadi gaya hidup yang peduli, pariwisata berkelanjutan nggak cuma wacana, tapi nyata dan bisa dirasakan semua orang. (AMP/RRIBKT)


Rekomendasi Berita