KBRN, Lombok Barat: Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memasuki babak baru dalam pengelolaan birokrasi. Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, secara resmi melakukan mutasi dan pelantikan besar-besaran terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama atau Eselon II, sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sebanyak 17 pejabat strategis mengalami pergeseran jabatan berdasarkan surat keputusan bupati yang telah ditetapkan. Mutasi ini menyasar sektor-sektor krusial, mulai dari pendidikan, kesehatan, kebencanaan, hingga infrastruktur, yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat dan menjadi penanda dimulainya formasi baru birokrasi Lombok Barat. Dalam sambutannya, Bupati Zaini menegaskan kebijakan ini murni untuk kepentingan perbaikan sistem pemerintahan, bukan untuk kepentingan politik maupun personal.
“Tidak ada kepentingan apa pun dalam mutasi ini, selain membangun birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan melayani,” tegasnya.
Dalam susunan terbaru, sejumlah nama senior dipercaya mengisi peran penting. M. Fajar Taufiq kini menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, sementara Damayanti Widyaningrum mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Sektor pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia kini dipimpin oleh H. Lalu Najamuddin sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun urusan sosial dan perlindungan kelompok rentan dipercayakan kepada Arif Suryawirawan sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.
Perubahan juga terjadi di sektor teknis dan layanan publik lainnya. M. Hendrayadi dipercaya memimpin Dinas Perhubungan, Rizki Bani Adam di Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Aisyah Desilina sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja.
Di bidang pangan dan sumber daya alam, Afgan Kusumanegara memimpin Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan, sementara H. Lalu Muhammad Hakam mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pertanian. H. M. Adnan dipercaya menakhodai Dinas Perdagangan.
Sementara itu, Baiq Mustika Dwi Adni ditunjuk sebagai Kepala BKDPSDM Lombok Barat, Baiq Yeni Satriani Ekawati memimpin Badan Keuangan dan Aset Daerah, dan Lalu Aga Farabi menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah. Untuk urusan ideologi dan kewaspadaan nasional, H. Sabidin dipercaya memimpin Bakesbangpoldagri.
Pada sektor kebencanaan, Ramdan Hariyanto resmi menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat. Sementara pembangunan fisik dan tata ruang daerah kini berada di tangan H. Lalu Ratnawi, sebagai Kepala Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Mutasi ini juga berdampak pada lima pejabat Eselon II yang kehilangan jabatan akibat penggabungan organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Hermansyah, Lalu Marthajaya, Jamaluddin, Maksum, dan Maad Adnan.
Tidak hanya berhenti di Eselon II, Bupati Zaini juga mengakui telah melakukan penyegaran lanjutan pada pejabat Eselon III, sebagai bagian dari konsolidasi menyeluruh birokrasi daerah.