Tradisi Makan 12 Anggur di Malam Tahun Baru

KBRN, Mataram: Menjelang detik-detik pergantian tahun, beragam tradisi unik kembali menghiasi ruang publik, termasuk satu kebiasaan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial: makan 12 butir anggur tepat di antara pukul 23.59 hingga 00.00 WIB, bahkan dilakukan sambil duduk atau bersembunyi di bawah meja. Sekilas terdengar tak biasa, namun di balik gestur sederhana dan sedikit jenaka ini tersimpan makna harapan untuk 12 bulan ke depan.

Tradisi makan 12 anggur berakar dari budaya masyarakat Spanyol yang dikenal sebagai Las Doce Uvas de la Suerte. Setiap butir anggur dimakan mengikuti dentang pergantian tahun, masing-masing melambangkan satu bulan dalam setahun. Dalam beberapa interpretasi modern, posisi di bawah meja dipercaya sebagai simbol kerendahan hati dan doa yang dipanjatkan secara personal, sebuah detail yang kemudian viral dan banyak ditiru lintas negara. Fenomena ini sejalan dengan kajian budaya populer yang turut dibahas dalam publikasi kebudayaan di laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Seiring waktu, tradisi ini mengalami pergeseran makna. Media sosial berperan besar mengemas ritual tersebut menjadi tontonan yang menghibur, mulai dari video terburu-buru mengunyah anggur hingga momen salah hitung detik yang berujung tawa. Tak mengherankan, generasi muda menjadikannya bagian dari perayaan tahun baru yang ringan, simbolis, dan mudah dilakukan.

Di sisi lain, anggur juga memiliki nilai gizi. Informasi dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa anggur mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secara wajar. Dengan demikian, ritual ini bukan hanya sarat makna budaya, tetapi juga relevan secara kesehatan.

Pada akhirnya, tradisi makan 12 anggur, meski dilakukan di bawah meja dan penuh canda, menjadi refleksi bahwa pergantian tahun selalu membawa harapan baru, satu gigitan kecil untuk setiap bulan yang menanti. (RRI/Irene Dyah)

Rekomendasi Berita