Estetika Kuliner dalam Flat Lay of Delicious

KBRN, Bukittinggi  Teknik flat lay menampilkan hidangan dari sudut pandang atas sehingga seluruh elemen pada piring dapat terlihat jelas dan seimbang. Melalui pendekatan ini, makanan tidak hanya berfungsi sebagai santapan, tetapi juga sebagai objek visual yang mampu membangkitkan selera dan emosi penikmatnya. Penataan makanan menjadi kunci utama dalam menciptakan estetika flat lay yang menarik. 

Warna, tekstur, dan bentuk makanan harus disusun secara harmonis agar menghasilkan komposisi yang enak dipandang. Piring yang digunakan pun memiliki peran penting, karena warna dan desainnya dapat memperkuat karakter hidangan. 

Piring polos sering dipilih untuk menonjolkan warna makanan, sementara piring bermotif dapat memberikan kesan artistik jika digunakan dengan tepat. Selain penataan, pencahayaan sangat memengaruhi hasil akhir flat lay. 

Cahaya alami yang lembut mampu menonjolkan detail makanan tanpa menciptakan bayangan yang terlalu keras. Dengan pencahayaan yang tepat, tekstur makanan seperti renyah, lembut, atau creamy dapat terlihat lebih nyata. Latar belakang yang sederhana juga membantu menjaga fokus agar tetap tertuju pada hidangan utama. Flat lay of delicious food on plate tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan cerita. 

Melalui susunan makanan dan properti pendukung, penonton dapat merasakan suasana tertentu, seperti hangat, segar atau elegan. Dalam dunia kuliner modern, estetika ini banyak digunakan untuk keperluan promosi, media social dan dokumentasi menu. Dengan demikian, flat lay menjadi media ekspresi yang efektif untuk menampilkan kelezatan makanan sekaligus nilai seni dalam penyajiannya.(YE)


Rekomendasi Berita