KBRN, Bukittinggi: Flexitarian diet pola makan yang fleksibel dan berfokus pada konsumsi makanan berbasis nabati, sambil tetap mengizinkan protein hewani dalam jumlah terbatas. Diet ini semakin populer karena tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga ramah lingkungan dan mudah diterapkan. Flexitarian diet menekankan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan produk kedelai, dengan protein hewani seperti daging, ikan atau telur dikonsumsi secara terbatas. Salah satu cara menarik untuk menampilkan fleksibilitas dan keindahan flexitarian diet adalah melalui high angle food photography. Teknik pengambilan gambar dari atas ini memungkinkan seluruh elemen makanan terlihat jelas dalam satu frame, mulai dari warna, tekstur hingga komposisi. Dengan sudut ini, variasi makanan dalam piring atau sajian dapat ditampilkan secara rapi dan estetik, sehingga tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memberi kesan visual yang seimbang dan harmonis.
Dalam high angle flexitarian diet food assortment, piring biasanya terdiri dari kombinasi sayuran segar seperti brokoli, wortel, bayam atau paprika, buah-buahan segar seperti apel, jeruk atau stroberi, serta sumber protein sehat. Protein hewani dapat berupa potongan ikan panggang, ayam rebus, atau telur, sementara kacang-kacangan dan biji-bijian menambah asupan protein nabati. Kombinasi ini tidak hanya kaya akan vitamin, mineral dan antioksidan, tetapi juga serat yang mendukung pencernaan dan menjaga kenyang lebih lama.
Flexitarian diet tidak hanya mendukung kesehatan tubuh dengan pola makan seimbang, tetapi juga mengajarkan kebiasaan makan yang sadar dan berkelanjutan. Dengan kombinasi gizi lengkap dan penyajian yang menarik, high angle flexitarian diet food assortment menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin hidup sehat tanpa harus mengorbankan rasa dan estetika. Teknik ini memadukan gaya hidup sehat, kesadaran nutrisi, dan seni kuliner dalam satu sajian yang menggugah selera. (YE)