KBRN, Yogyakarta: PT Pindad berpotensi menjadi pemasok alutsista alternatif bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin. Pandangan tersebut muncul sebagai respons atas kebutuhan negara-negara di wilayah tersebut.
Terutama untuk memperkuat kemampuan pertahanan territorial,tanpa terjebak dalam persaingan geopolitik antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.
Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan akibat maraknya aktivitas kartel dan kelompok kriminal bersenjata, pilihan untuk mengimpor alutsista dari negara yang tidak terafiliasi dengan blok politik global tertentu menjadi semakin penting.
Dalam konteks ini, produk pertahanan Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sekaligus peluang besar untuk menembus pasar Amerika Latin.
Pengamat Hubungan Internasional UMY Rafyoga Irsadana mengungkapkan hal itu, dalam peluncuran buku Ambisi Global BUMN di UMY belum lama ini.
Rafyoga menegaskan, salah satu kekuatan utama Indonesia dalam industri alutsista global adalah politik luar negeri bebas aktif. Hal ini membuat produk pertahanan Indonesia relatif bebas dari risiko geopolitik.
”Ketika sebuah negara membeli persenjataan dari Amerika atau Tiongkok, mereka bisa otomatis diasosiasikan dengan blok tertentu. Indonesia menawarkan risiko geopolitik yang rendah karena posisi strategis kita independen,” katanya.
Menurut Rafyoga, negara-negara di Amerika Latin akan merasa lebih fleksibel dan tidak terbebani secara politik, ketika membeli alutsista dari Indonesia. Dibandingkan jika mereka memberi dari pemasok besar yang membawa dampak diplomatik tertentu. (r-ws/par)