KBRN, Tanjungpinang: Tuberculosis atau TBC salah satu penyakit menular yang menjadi prioritas penanganannya dalam program presiden Prabowo. Untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tahun 2025, baru 46 persen capaian penemuan TBC di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M. Bisri, mengatakan penanganan TBC dalam program presiden Prabowo fokus pada penemuan dan penanganan sebanyak mungkin. Kepri pada tahun 2025 ditargetkan menemukan 13.700 orang penderita TBC.
Hingga akhir tahun 2025 Kepri baru menemukan sekitar 6.352 orang atau hanya sekitar 46 persen dari yang ditergetkan. Setelah ditemukan pihaknya melakukan tracing ke keluarga dan pengobatan kepada yang bersangkutan hingga sembuh.
“Artinya kita tangani 6.352 orang yang positif sekarang,” ujar M.Bisri, Rabu (31/12/2025).
Dikatakan Bisri, terdapat banyak hambatan yang dihadapi pihaknya dalam menemukan penyakit TBC di masyarkat. Mulai dari anggaran yang cukup mahal hingga letak geografis Kepri yang terdiri dari banyak pulau-pulau.
Maka, metode pihaknya menemukan melalui mobil keliling yang dilengkapi dengan X ray. Ketika hasil pemeriksaan menunjukkan dugaan penyakit akan langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Bagi masyarakat di Pulau-pulau pihaknya melakukannya dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang sudah ada di puskesmas-puskesmas di seluruh Kepri. Kedapan pihakanya akan menyiapkan tenaga kesehatan yang cukup dalam penanganan penyakit TBC dengan harapan target pada tahun 2030 TBC dapat dieleminasi.
Karena, penyakit TBC berpengaruh terhdap ekonomi dan meningkatkan angka kemiskinan. Penderita TBC produktivitasnya akan menurun, sehingag harus segera ditangani.
“Produktivitas menurun, pendapatan berkurang, dampaknya mempengaruhi eknomi dan tingkat kemiskinan,” katanya.