Cegah Bencana Pengolahan Sampah dari Hulu

KBRN, Tanjungpinang: Pengelolaan sampah berkaitan erat dengan kebencanaan hydrometeorologi. Maka, sangat penting untuk dapat menerapkan pengelolaan sampah dari hulunya.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri, Kherjuli, mengatakan pengelolaan sampah yang buruk dapat menyebabkan perubahan iklim yang ektrem. Karena, bencana tidak hanya berkaitan dengan air, tetapi juga dipengaruhi atmosfir yang menyebabkan perubahan iklim ,kemudian terjadinya bencana hydrometeorologi.

“Emisi yang dihasilkan oleh tumpukan sampah dapat meningkatkan suhu bumi, ke atmosfir dan menyebabkan perubahan iklim,” ujar Kherjuli, Rabu (31/12/2025).

Berbagai solusi hijau digalakakan dan diterapkan oleh pemerintah, namun yang paling penting adalah pemilihan sampah dari hulunya. Sampah-sampah rumah tangga, sekolah, puskesmas, perkantoran dan lainnya sudah dikelola dari sumbernya.

Sampah tidak lagi langsung di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, juga melalui konsep bank sampah, sampah dapat diubah menjadi bernilai ekonomi.

Namun keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber ini sangat bergantung pada dua hal, kebijakan pemerintah dan prilaku masyarakat. Mengingat sampah rumah tangga menyumbang sekitar 60-70 persen dari total volume sampah, maka, penanganan harus dimulai dari rumh sendiri.

“Masyarakat harus memulai menanamkan pola fikir solusi hijau, tidak hanya dibuang akan tetapi dapat disimpan di bank sampah,” katanya.

 


Rekomendasi Berita