KBRN, Tanjungpinang: Saat ini upaya penanaman dan pelestarian hutan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Salah satu pendapatannya melalu pembiayaan dari penerapan nilai ekonomi karbon.
Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri, Kherjuli, mengatakan nilai ekonomi karbon merupakan nilai yang dihasilkan dari penyerapan karbon, seperti hutan mangrove. Dalam sistem ini, negara-negara yang tidak memiliki hutan yang luas memberikan kompensasi finansial untuk upaya pelestarian hutan.
“Karbon itu ternyata punya nialai ekonomi, Bukan karbonnya tetapi upaya penanaman yang bernilai ekonomi,” ujar Kherjuli, Rabu (31/12/2025).
Melalui penanaman dan pemeliharaan mangrove masyarakat tidak hanya mendapat manfaat ekologis akan tetapi juga mendapat manfaat ekonomi melalui pembiayaan tersebut. Mungkin nanggaran kita terbatas, tapi melalui pembiayaan dari negara-negara maju sebagai bentuk kompensasi atas emisi karbon dan perubahan ini dapat dilakukan.
Pihaknya telah mengimplementasikan skema tersebut telah dilakukannya melalui kerjasama dengan Sekolah SMPN 10 Tanjungpinang dalam penanaman mangrove dan aksi bersih lingkungan SDN 004 Tanjungpinang yang pembiayaannya dari luar negeri melalui lembaga lingkungan di Indonesia.
“Pembiayaan ini merupkah salah satu stetgi unutk mendukung ekonomi dan mitigasi bencana masyarakat,” katanya.