Mendorong Usaha Kecil untuk Tumbuh dan Didengar

KBRN,Sintang : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Di Indonesia, UMKM berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja, pemerataan ekonomi, serta penggerak ekonomi lokal. Namun, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus digitalisasi, banyak pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam hal promosi, literasi digital, hingga akses pasar. Dari sinilah konsep UMKM Bicara menjadi semakin relevan.

UMKM Bicara adalah sebuah inisiatif, gerakan, atau ruang komunikasi yang bertujuan untuk memberi wadah bagi pelaku UMKM agar dapat menyampaikan cerita, gagasan, tantangan, serta potensi usaha mereka kepada publik yang lebih luas. “Bicara” dalam konteks ini tidak hanya berarti berbicara secara harfiah, tetapi juga berani tampil, memperkenalkan produk, membangun branding, dan menyuarakan kebutuhan usaha mereka.

UMKM Bicara mendorong pelaku usaha untuk tidak lagi hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada komunikasi usaha yang efektif. Di era digital, kemampuan bercerita (storytelling) dan menyampaikan nilai produk menjadi kunci penting dalam memenangkan kepercayaan konsumen.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Konsumen kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli cerita, nilai, dan keaslian di balik sebuah usaha. UMKM yang mampu “bicara” dengan baik—baik melalui media sosial, marketplace, podcast, maupun forum diskusi—akan lebih mudah dikenal dan dipercaya.

UMKM Bicara juga berperan dalam meningkatkan literasi digital pelaku usaha. Melalui pelatihan, diskusi, dan kampanye edukatif, UMKM diajak memahami pentingnya pemasaran digital, penggunaan media sosial secara strategis, hingga pemanfaatan platform online untuk memperluas jangkauan pasar. Program atau gerakan UMKM Bicara memberikan berbagai manfaat nyata, antara lain:

1. Meningkatkan Kepercayaan Diri Pelaku Usaha

UMKM didorong untuk berani tampil, mempresentasikan produk, dan menjelaskan keunggulan usahanya secara langsung kepada publik.

2. Memperluas Jaringan dan Kolaborasi

Melalui ruang bicara bersama, pelaku UMKM dapat saling bertukar pengalaman, membangun relasi, dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

3. Memperkuat Branding Produk LokalCerita di balik produk—tentang proses, nilai lokal, dan perjuangan usaha—menjadi kekuatan utama dalam membangun citra merek yang autentik.

4. Meningkatkan Daya Saing

UMKM yang komunikatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman akan lebih siap bersaing di pasar nasional maupun global.

Lebih dari sekadar promosi, UMKM Bicara juga menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ketika UMKM diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dapat merumuskan kebijakan serta program pendampingan yang lebih tepat sasaran.

Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.

UMKM Bicara adalah simbol perubahan cara pandang terhadap usaha kecil. UMKM tidak lagi diposisikan sebagai pelaku usaha yang “diam dan menunggu”, melainkan sebagai aktor ekonomi yang aktif, kreatif, dan berani menyuarakanpotensi diri. Di tengah tantangan global dan persaingan pasar yang semakin ketat, kemampuan UMKM untuk bicara, bercerita, dan beradaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

 

Referensi :

https://umkm-indonesia.id/2025/01/dampak-positif-umkm-terhadap-perekonomian-lokal/

https://beritaumkm.com/dampak-positif-dan-negatif-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-umkm-terhadap-perekonomian-indonesia/

https://praktisinmedia.com/artikel/umkmbisnislokal/mengenal-lebih-dekat-apa-itu-umkm/

https://rakyat.or.id/apa-itu-umkm-dan-mengapa-penting-bagi-ekonomi-nasional/


Rekomendasi Berita