Sekolah Lansia BKL Istiqomah Dorong Lansia Tetap Produktif

KBRN, Banyumas: Keberadaan Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Istiqomah di Kampung Prajuritan menjadi wadah pemberdayaan bagi para lanjut usia agar tetap sehat, aktif, dan bahagia. Program ini digagas sebagai respons atas meningkatnya jumlah lansia di lingkungan setempat yang sebelumnya hanya menjalani aktivitas rutin rumah tangga tanpa kegiatan pendukung kualitas hidup.

Hal tersebut disampaikan Pengurus BKL Istiqomah sekaligus wali kelas Sekolah Lansia Istiqomah, Hj. Sri Widayati Aniek Suprapti. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Lansia dibentuk untuk merangkul para lansia agar memiliki aktivitas positif yang menunjang kesehatan jasmani dan rohani.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga lansia, meningkatkan iman dan takwa, serta mewujudkan lansia yang smart, sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” katanya.Dialog

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Lansia BKL Istiqomah memiliki dua program utama, yakni program akademis dan non-akademis. Program akademis dilakukan melalui kegiatan belajar di kelas yang terbagi menjadi tiga jenjang, yakni kelas dasar, menengah, dan lanjutan. 

Materi pembelajaran berfokus pada tujuh dimensi lansia tangguh dengan metode andragogi atau pembelajaran orang dewasa. Sementara itu, program non-akademis meliputi kegiatan posyandu lansia, keterampilan pengolahan limbah seperti kain perca menjadi perlengkapan rumah tangga, serta olahraga terstruktur yang dilaksanakan secara rutin. 

"Para lansia juga dianjurkan untuk berolahraga mandiri minimal 30 menit setiap hari," ucapnya.

Selain itu, kegiatan unggulan Sekolah Lansia Istiqomah adalah outing kelas dan wisuda. Outing kelas digelar setahun sekali di dalam kabupaten dan tiga tahun sekali ke luar daerah. 

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi karena memberikan suasana rekreasi dan kebahagiaan bagi para peserta. Adapun wisuda dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar lansia, meski seluruh biaya ditanggung secara mandiri oleh peserta.

“Bagi lansia, kebahagiaan itu penting. Outing kelas dan wisuda membuat mereka merasa dihargai dan bersemangat seperti anak dan cucunya,” katanya.

Dari hasil kegiatan tersebut, perubahan positif terlihat jelas. Para lansia yang sebelumnya pasif kini menjadi lebih percaya diri, aktif dalam kegiatan sosial, mengikuti organisasi, hingga berpartisipasi dalam berbagai lomba. Bahkan, Sekolah Lansia Istiqomah pernah meraih juara dua tingkat nasional dalam ajang Keluarga Lansia Hebat.

Respons positif juga datang dari keluarga dan masyarakat. Keluarga lansia memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan anggota keluarganya di Sekolah Lansia, sementara minat masyarakat terus meningkat hingga pendaftaran peserta harus menerapkan sistem daftar tunggu.

Anik berharap para lansia tidak ragu dan tidak bosan untuk terus belajar dan aktif mengikuti kegiatan. Menurutnya, belajar adalah proses seumur hidup yang tidak terbatas usia.

“Kami mengajak para lansia untuk tetap aktif, mandiri, dan bahagia. Jangan bergantung pada keluarga, karena setiap lansia punya potensi. Datang ke Sekolah Lansia bukan hanya belajar, tapi juga bersilaturahmi dan menjaga kesehatan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita