Wakil Bupati Lombok Timur Soroti Kualitas Makanan MBG

KBRN, Lombok Timur: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menyoroti kualitas makanan yang disajikan di setiap dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa hingga saat ini kualitas makanan yang didistribusikan kepada para siswa telah ditangani oleh tenaga-tenaga yang berkompeten di bidangnya.

Wabup menjelaskan, setiap dapur MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dilengkapi dengan ahli gizi, petugas keuangan, serta tenaga pendukung lainnya. Dengan komposisi tersebut, pelayanan MBG diharapkan dapat berjalan optimal dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Adapun pihak yang bertanggung jawab penuh dalam setiap penyelenggaraan MBG adalah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Meski demikian, Edwin tidak menampik adanya keluhan dari lapangan terkait makanan yang kerap tidak habis dikonsumsi oleh siswa. Menurutnya, kondisi tersebut lebih disebabkan oleh faktor selera, di mana beberapa menu dinilai kurang sesuai dengan lidah anak-anak dan dianggap kurang menarik.

“Keluhan itu memang ada, karena ada menu yang mungkin kurang sesuai dengan selera anak-anak. Namun dari sisi gizi, komposisi makanan sudah diatur oleh ahli gizi sesuai standar kebutuhan nutrisi harian siswa,” jelas Wabup. Rabu (17/12/2025). 

Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam penyediaan makanan sehat sekaligus sesuai selera adalah keterbatasan anggaran yang ditetapkan sebesar Rp10 ribu per anak per hari. Dengan nilai tersebut, para ahli gizi harus melakukan penyesuaian agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa melampaui batas anggaran.

“Anggaran ini tentu menjadi tantangan. Ahli gizi harus pintar-pintar menyusun menu agar tetap bergizi, tapi juga sesuai dengan kemampuan anggaran,” ujarnya.

Wabup mencontohkan, penggunaan bahan makanan seperti udang atau ikan air tawar sebenarnya sangat baik dari sisi gizi. Akan tetapi sering kali tidak dapat digunakan karena harganya tidak sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Ke depan, Edwin berharap dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya pada aspek kualitas dan variasi menu. Evaluasi ini diharapkan mampu menghasilkan sajian makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga lebih diterima oleh selera siswa, tanpa melampaui anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, berbagai kreativitas juga dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan antusiasme siswa sekaligus mengedukasi sasaran Program MBG agar makanan yang didistribusikan dapat dihabiskan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadirkan petugas SPPG menggunakan kostum superhero saat penyaluran makanan.

Upaya kreatif tersebut mendapat respons positif dari para siswa, khususnya di tingkat sekolah dasar. Di sejumlah sekolah, siswa tampak antusias menunggu kedatangan mobil boks pengantar makanan di gerbang sekolah. Bahkan, mereka terlihat berebut untuk menerima makanan sekaligus bertemu dengan “superhero” yang mengantarkan MBG.

Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga memberikan pengalaman menyenangkan sehingga meningkatkan minat anak-anak untuk mengonsumsi makanan yang telah disediakan.



Rekomendasi Berita