KBRN, Lumajang: Peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 Tahun 2025 dimaknai Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai momentum kontemplatif untuk menengok kembali perjalanan sejarah daerah yang panjang dan berlapis. Usia 770 tahun menempatkan Lumajang sebagai salah satu wilayah dengan jejak sejarah kuat, mulai dari masa kerajaan, periode kolonial, hingga menjadi bagian dari Indonesia modern.
Peringatan Harjalu tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi ruang refleksi bersama untuk memahami kesinambungan perjalanan Lumajang dari masa ke masa. Dalam lintasan waktu yang panjang tersebut, Lumajang tumbuh melalui berbagai dinamika, perubahan sosial, serta tantangan yang membentuk karakter dan identitas daerah hingga hari ini.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-770, pemerintah daerah mengajak masyarakat melihat sejarah sebagai bagian yang hidup dan relevan dengan pembangunan masa kini. Sejarah tidak diposisikan sebagai nostalgia, melainkan sebagai sumber nilai dan pembelajaran dalam merumuskan arah kebijakan daerah.
Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemahaman terhadap sejarah menjadi fondasi penting dalam membangun daerah. Dengan mengenali perjalanan masa lalu, Lumajang dapat melangkah ke depan tanpa kehilangan jati diri dan konteks sosialnya.
“Perjalanan panjang Lumajang mengajarkan banyak hal. Dari sejarah kita belajar tentang nilai kebersamaan, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi,” ujarnya dalam acara prosesi Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 Tahun 2025, di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan harus berpijak pada pemahaman sejarah dan budaya lokal. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil tidak terlepas dari karakter masyarakat dan nilai-nilai yang telah tumbuh sejak lama.
Peringatan Harjalu ke-770 juga menjadi pengingat bahwa identitas Lumajang terbentuk dari proses panjang yang melibatkan berbagai generasi. Kesadaran sejarah dinilai penting untuk memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga serta mengembangkan daerah.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus membangun dengan berlandaskan nilai sejarah dan budaya. Refleksi atas masa lalu diharapkan mampu menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan.
Dengan menjadikan Hari Jadi sebagai titik kontemplasi sejarah, Harjalu ke-770 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga penanda kesadaran kolektif bahwa masa depan Lumajang dibangun dengan menghargai perjalanan panjang yang telah dilalui. (MC Kab. Lumajang/Fb/An-m)