KBRN, Jakarta: Malam pergantian tahun baru 2026 di wilayah Jabodetabek berpotensi diwarnai hujan di sejumlah wilayah. Informasi tersebut disampaikan Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Arif Danial Rahman, Rabu, 31 Desember 2025 pagi.
Arif mengatakan hujan ringan sudah terpantau sejak pagi hari di wilayah Jabodetabek bagian utara. Wilayah tersebut meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang.
“Secara umum kondisi cuaca pagi hingga siang hari berawan hingga berawan tebal, dengan potensi hujan di wilayah Jabodetabek bagian utara,” ujar Arif dalam wawancara di radio 91,2FM Pro1 RRI Jakarta.
Ia menjelaskan, potensi hujan akan bergeser ke wilayah selatan Jabodetabek pada siang hingga sore hari. Daerah yang perlu diwaspadai antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Tangerang Selatan.
Memasuki malam hingga dini hari tahun baru 2026, hujan berpeluang kembali terjadi di sejumlah titik. Arif menyebut Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, serta Kabupaten dan Kota Bekasi berpotensi diguyur hujan.
“Untuk dini hari, potensi hujan masih dapat terjadi terutama di wilayah Kepulauan Seribu,” ucapnya.
Suhu udara di wilayah Jabodetabek diperkirakan berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius. Sementara kelembaban udara berada pada rentang 75 hingga 98 persen.
Arif juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di wilayah Pulau Jawa. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas penerbangan, terutama di wilayah Jawa bagian barat.
“Potensi awan cumulonimbus juga terpantau di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” kata Arif.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Pembaruan prakiraan cuaca dapat diakses melalui laman resmi dan media sosial Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.