KBRN, Tolitoli : Kesehatan gigi dan gusi ternyata memiliki kaitan erat dengan kesehatan jantung. Gigi berlubang dan radang gusi yang dibiarkan tanpa perawatan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dilansir dari kajian ilmiah berjudul Penyakit Gigi dan Gusi sebagai Penyebab Penyakit Jantung dari Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), infeksi pada rongga mulut dapat memicu peradangan yang berdampak hingga ke jantung.
Di Indonesia, masalah kesehatan gigi dan mulut masih tergolong tinggi. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan sekitar 67,6 persen masyarakat mengalami gangguan gigi dan gusi, seperti gigi berlubang dan radang gusi.
Gigi berlubang umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus yang berkembang akibat sisa makanan manis di gigi. Bakteri ini membentuk plak dan menghasilkan asam yang merusak lapisan gigi hingga menimbulkan lubang. Sementara itu, radang gusi dan periodontitis banyak dipicu oleh bakteri Porphyromonas gingivalis yang menyebabkan peradangan dan gusi mudah berdarah.
Bakteri dari gigi dan gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah melalui gusi yang terluka. Kondisi ini memicu peradangan dan merusak pembuluh darah, sehingga mempercepat pembentukan plak lemak yang menyumbat pembuluh darah jantung atau aterosklerosis. Peradangan yang berlangsung lama membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko berbagai penyakit jantung, seperti nyeri dada, serangan jantung, tekanan darah tinggi, hingga gagal jantung.
Para ahli mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan gusi sebagai langkah pencegahan. Caranya dengan menyikat gigi secara teratur, membatasi konsumsi makanan manis, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter, termasuk melakukan pembersihan karang gigi. Dengan perawatan gigi yang baik, risiko penyakit jantung dapat ditekan sejak dini.