KBRN, Semarang: Konsisten membantu UMKM naik kelas, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah menembus Rp361,36 Triliun sejak 2015-2025. Jumlah itu menjadi yang tertinggi di Indonesia, dengan menyasar 10,31 juta debitur.
Bahkan, pada periode pada Januari hingga Oktober 2025, penyaluran KUR Jawa Tengah menyasar 667.678 debitur. Nilai akadnya mencapai Rp34,73 triliun.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyebut program KUR ditujukan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Harapannya, tidak hanya sektor indutri besar saja yang digenjot melainkan usaha kecil juga berkembang.
"KUR itu 'kan untuk ekonomi menengah ke bawah. Untuk ekonomi menengah ke atas kita genjot, kita pasarkan kawasan-kawasan industri kita," ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Ketua Dewan Kerajinan Daerah(Dekranasda) Jateng, Nawal Arafah Yasin mengapresiasi peran Pemprov Jateng bisa menaikkan angka KUR itu. "Ini merupakan salah satu pencapaian yang sangat luar biasa," ujarnya saat Rapat Kerja Dekranasda, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, saat ini progres perkembangan UMKM sangat baik, khususnya produk kerajinan tangan atau kriya. Bahkan, mampu menjadi primadona saat hadir di berbagai pameran.
Adapun, bukti perkembangan UMKM tampak dari capaian di berbagai event, seperti saat HUT Dekranas ke-45 di Balikpapan yang membukukan transaksi Rp926, 7 juta. Sementara, pada Bussiness Matching di Surakarta yang berlangsung selama tiga hari, UMKM Jateng menghasilkan kemitraan senilai Rp 4,3 miliar.
Bahkan, lima UKM di Jateng juga menjadi juara Dekranasda Awards 2025. Ia pun mendorong agar pelatihan literasi digital terus digalakkan.
Selain itu, standardisasi produk juga diupayakan melalui kegiatan kurasi yang dengan mengandeng Bank Indonesia dan Disperindag "Kita dorong bagaimana dia adaptif terhadap literasi digital, e-commerce, kemudian marketing digitalnya," ucapnya.