KBRN, Palembang: Keterbatasan fisik penyandang disabilitas tidak menjadi halangan bagi mereka untuk berprestasi khususnya di bidang olahraga walaupun terbatas pada jenis olahraga tertentu saja yang bisa mereka pilih dan tekuni. Hal ini ditegaskan oleh dr Veronica Yoseva, Sp.K.F.R Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSMH Palembang ketika menjadi narasumber acara Indonesia Sehat di Studio Pro 1 RRI Palembang Jumat (5/12/2025).
Dokter Veronica menambahkan perkembangan prestasi kaum difabel sudah sangat membanggakan. Bahkan medali sudah banyak dipersembahkan oleh atlet disabilitas khususnya dari Sumatera Selatan.
Penentuan klasifikasi olahraga disabilitas meliputi beberapa klasifikasi yaitu kehilangan anggota dan gerak tubuh baik dari lahir atau kecelakaan. Kemudian tungkai panjang pendek, perawakan pendek dan lingkup ruang sendi atau kaki pengkor.
Selanjutnya klasifikasi karena adanya gangguan penglihatan atau tunanetra, keterbatasan pada keseimbangan tubuh dan adanya gangguan gerak badan. Semua klasifikasi ini akan menentukan jenis olahraga apa yang sesuai untuk ditekuni oleh para difabel.
"Semua jenis olahraga yang dipilih butuh latihan, dukungan dan ijin dari keluarga juga pelatihnya sendiri agar nantinya akan memberikan hasil yang maksimal sekaligus memberikan semangat dan kepercayaan diri bagi para disabilitas,"jelas Veronica.
Selain penentuan klasifikasi, olahraga yang bisa ditekuni para difabel adalah olahraga rekreasi dan kompetitif atau prestasi seperti olahraga badminton, lempar lembing, lari dan renang. Semua jenis olahraga ini harus didukung dengan pemberian nutrisi, protein, hindari makanan cepat saji dan tidur yang cukup agar kebugaran tubuh tetap terjaga dari para difabel.
Veronica menegaskan perhatian Pemerintah Pusat terhadap fasilitas kaum difabel sudah sangat baik dengan dibangunya Pusat Training Paralimpic di Kota Solo. Sehingga akan memberikan semangat bagi kaum difabel untuk berprestasi.
Edukasi juga perlu dilakukan untuk masyarakat bahwa kaum difabel juga bisa berprestasi sampai ke tingkat Nasional bahkan Internasional. Salah satu caranya dengan memperlihatkan prestasi kaum difabel melalui beragam media sosial agar masyarakat khususnya kaum difabel sendiri punya kepercayaan diri.
"Semua prestasi akan tercapai asalkan ada kolaborasi antara kaum difabel sendiri, keluarga, para pelatih, tim medis dan pihak Pemerintah Pusat juga Daerah agar semua impian akan terwujud yaitu prestasi olahraga," pesan Veronica menutup dialog.