Movie Talk ke-37 Hangatkan Diskusi Film di Palembang

KBRN, Palembang : Kegiatan nonton bareng dan diskusi film bertajuk Movie Talk ke-37 digelar di KI Tagram Kafe, Sabtu (13/12/2025). Acara ini diinisiasi oleh Palembang Movie Club (PMC) sebagai ruang temu penonton film untuk menikmati karya sinema sekaligus berdiskusi secara santai dan mendalam.

Film Jepang berjudul Swing Girls, karya sutradara Shinobu Yaguchi, menjadi pilihan utama dalam kegiatan kali ini. Film tersebut menghadirkan kisah para siswi SMA yang tanpa sengaja terlibat dalam dunia musik jazz, hingga akhirnya menemukan jati diri melalui proses latihan, kegagalan, dan semangat pantang menyerah.

Perwakilan Palembang Movie Club sekaligus moderator diskusi, Angger, mengatakan PMC sejak awal berdiri memang berfokus pada penguatan budaya menonton dan diskusi film di Palembang.

“Palembang Movie Club hadir dari nol, sebagai komunitas yang memang fokus ke hilir, yaitu penonton. Kita nonton bareng lalu berdiskusi, supaya pengalaman menonton film jadi lebih bermakna,” ujar Angger.

Menurut Angger, Movie Talk merupakan salah satu program utama PMC dan hingga kini telah berlangsung sebanyak 37 kali. Kegiatan tersebut menjadi wadah konsisten bagi penikmat film lintas latar belakang untuk saling berbagi perspektif.

Pemilihan film Jepang dalam Movie Talk ke-37 ini juga berkaitan dengan momentum perayaan Japanese Film Festival yang kembali digelar di Palembang. “Kebetulan Palembang kembali mendapat kesempatan merayakan Japanese Film Festival. Film Swing Girls kami pilih sebagai pengantar untuk menyambut festival tersebut,” jelasnya.

Angger menilai Swing Girls sebagai film remaja yang ringan namun sarat makna. “Walaupun ceritanya sederhana, film ini punya unsur komedi, musikal, dan edukasi. Intinya tentang perjuangan dan pantang menyerah ketika seseorang benar-benar menyukai sesuatu,” tambahnya.

Sementara itu, pemantik diskusi film, Imam Wayudi, mengungkapkan ketertarikannya pada film ini karena pendekatannya yang natural dan penuh fun fact. “Saya suka film remaja yang ringan tapi jujur. Menariknya, para pemain di film ini benar-benar belajar alat musik saat proses syuting, jadi kelihatan natural,” ujar Imam.

Ia juga menyebut karya-karya Shinobu Yaguchi dikenal unik dengan tema keseharian yang dekat dengan penonton, seperti Survival Family dan Robo-G. Antusiasme penonton juga terasa sepanjang acara. Salah satu peserta, Oci, mengaku terkesan dengan film yang ditonton dari awal hingga akhir.

“Sesuai ekspektasi, film Jepang itu seru. Awalnya saya kira ceritanya biasa saja, tapi ternyata tentang mimpi dan usaha yang sungguh-sungguh. Ending-nya keren,” ungkap Oci.

Menurutnya, unsur musik jazz menjadi daya tarik tersendiri karena jarang diangkat secara mendalam dalam film remaja. “Proses belajarnya detail, dari pernapasan sampai alat musiknya. Jadi kelihatan kalau belajar musik itu butuh effort besar,” katanya.

Melalui Movie Talk, Palembang Movie Club berharap budaya menonton film bersama dan berdiskusi dapat terus tumbuh di Palembang, sekaligus memperluas wawasan penonton terhadap film-film dari berbagai negara.

Rekomendasi Berita