KBRN, Nunukan: Sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama tidak mengikuti Pemetaan Kompetensi ASN Kabupaten Nunukan. Ketidakhadiran tersebut disebabkan masa kerja yang mendekati usia pensiun.
Pemetaan Kompetensi ASN melalui profiling ASN Berbasis Merit (ProASN) digelar Pemerintah Kabupaten Nunukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya aparatur. Program ini difokuskan pada ASN yang masih memiliki masa kerja relatif panjang. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Nunukan, Kaharuddin
“Begini ya, ProASN ini ya diperuntukan bagi pegawai yang masa aktifnya masih 2 tahun keatas lah, maksudnya untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN di Kabupaten Nunukan, bagi yang mau pensiun tentunya kita tidak libatkan dengan pertimbangkan bahwa yang bersangkutan juga sudah mau pensiun, tahun depan sudah pensiun juga kan,” ucap Kepala BKPSDM Kabupaten Nunukan, Kaharuddin. Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Hasil Pemetaan Kompetensi ASN Nunukan
Kaharuddin menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan agar hasil pemetaan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan karier dan peningkatan kapasitas ASN. Pemerintah daerah menilai pemetaan akan lebih efektif jika menyasar aparatur dengan masa pengabdian yang masih panjang.
“jadi kita diarahkan untuk yang masa aktifnya masih lama supaya menjadi dasar bagi pemerintah kabupaten Nunukan untuk memetakan potensi dan kompetensi serta pengembangan bagi ASN lainnya,” ucap Kaharuddin.
Pelaksanaan ProASN tahun 2025 tetap berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. BKPSDM Kabupaten Nunukan mencatat terdapat sekitar beberapa pejabat pimpinan tinggi pratama yang tidak diikutsertakan karena memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.