KBRN, Makassar : Donor darah adalah sebuah kegiatan mulia di mana seseorang secara sukarela memberikan sebagian darahnya untuk digunakan dalam transfusi bagi orang yang membutuhkan. Tidak sedikit pasien yang hidupnya terselamatkan berkat setetes darah yang diberikan oleh para pendonor.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi medis, tetapi juga kerja kemanusiaan yang membawa dampak luas bagi banyak pihak. Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, darah yang didonorkan akan disimpan di bank darah dan kemudian digunakan untuk kebutuhan medis seperti operasi, kecelakaan, dan penyakit tertentu seperti anemia atau kanker darah.
Manfaat donor darah tidak hanya dirasakan oleh penerima saja, tetapi juga oleh pendonor itu sendiri. Dilansir keslan.kemkes ketika seseorang mendonorkan darahnya, tubuh akan merespons dengan memproduksi sel darah merah baru yang lebih sehat, sehingga proses regenerasi darah menjadi lebih optimal. Selain itu, sebelum donor darah dilakukan, calon pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap secara gratis, termasuk tes golongan darah, tekanan darah, dan skrining penyakit serius seperti HIV atau hepatitis. Hal ini memberikan kesempatan bagi pendonor untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sendiri tanpa biaya tambahan.
Secara medis, donor darah rutin juga memiliki efek positif terhadap kesehatan jantung dan sirkulasi darah. Donor dapat membantu menurunkan kadar zat besi yang berlebihan dalam tubuh, yang jika tidak dikontrol bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Dengan berkurangnya zat besi yang terlalu tinggi, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan kemungkinan serangan jantung atau stroke dapat berkurang.
Donor darah berdampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional pendonor. Banyak orang merasa bangga dan puas secara batiniah setelah membantu menyelamatkan nyawa sesama.
Manfaat donor darah tidak hanya terbatas pada aspek duniawi. Dalam perspektif keagamaan dan moralitas, kegiatan tolong-menolong sesama manusia sering dipandang sebagai perbuatan baik yang mendapat ganjaran di akhirat.
Hal positif dari donor darah mencakup aspek komunitas. Ketika masyarakat aktif mendonor darah, persediaan darah di bank darah akan lebih stabil dan kebutuhan medis dapat terpenuhi tanpa penundaan layanan kesehatan. Hal ini penting terutama pada situasi darurat di mana pasokan darah yang memadai dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Donor darah menunjukkan bahwa satu tindakan sederhana dapat membawa dampak besar bagi banyak orang. Dari sisi kesehatan, donor membantu tubuh tetap fit dan mendeteksi penyakit lebih awal. Dari sisi sosial, donor darah adalah wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Dipandang dari sisi keagamaan dan moral, donor darah adalah perbuatan berharga yang sarat pahala baik di dunia maupun di akhirat.