Kopi Bermanfaat Mengurangi Risiko Parkinson

KBRN, Makassar: Berbagai penelitian besar mengindikasikan bahwa individu yang rutin mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang hingga tinggi memiliki risiko hingga 50% lebih rendah untuk didiagnosis Parkinson dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kafein menurut studi pubmed. Hubungan ini bahkan cenderung lebih kuat pada pria dibandingkan wanita.

Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif kedua terbanyak di dunia yang ditandai dengan gejala motorik seperti tremor, kekakuan, dan kesulitan keseimbangan. Kondisi ini utamanya disebabkan oleh degenerasi neuron penghasil dopamin di area otak yang disebut substansia nigra. Dalam upaya mencari strategi pencegahan perhatian ilmiah semakin tertuju pada gaya hidup dan diet, di mana salah satunya konsumsi kopi secara rutin menonjol sebagai faktor yang berpotensi memberikan efek perlindungan yang signifikan.

Manfaat kopi seringkali dikaitkan dengan kandungan utamanya, yaitu kafein. Dalam konteks neuroproteksi, kafein bertindak sebagai antagonis ata7 Assyu penghambat reseptor adenosin, terutama reseptor A_{2A} di otak. Penghambatan ini penting karena aktivitas reseptor A_{2A} yang berlebihan dapat memicu kerusakan sel saraf. Dengan memblokirnya, kafein membantu menekan proses neuroinflamasi dan mencegah kematian neuron dopaminergik.

Studi epidemiologis kohort dan kasus-kontrol secara konsisten menunjukkan adanya korelasi terbalik antara konsumsi kopi (atau minum+an berkafein) dengan risiko pengembangan penyakit Parkinson.

Selain kafein, kopi juga kaya akan senyawa bioaktif lain, terutama polifenol dan asam klorogenat (Chlorogenic Acids). Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat.

  


Rekomendasi Berita