Pemprov Sulsel Terus Gerakkan Koperasi dan Ekonomi Mikro

KBRN,Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak koperasi dan ekonomi mikro dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Komitmen tersebut ditegaskan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyasar pelaku usaha kecil, koperasi, dan UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing. Hal ini dibahas dalam program UMKM Bicara yang disiarkan PRO1 RRI Makassar, Senin (15/12/2025).

Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Indri Astuti Assegaf, S.H., M.H., yang hadir secara daring dalam program tersebut, menyampaikan bahwa koperasi dan usaha mikro merupakan tulang punggung perekonomian daerah.  “Penguatan sektor ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperluas lapangan kerja,”terangnya.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melihat koperasi dan ekonomi mikro bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat. Karena itu, kami fokus pada peningkatan kapasitas kelembagaan, akses pembiayaan, serta kualitas SDM pelaku usaha,” ujar Indri Astuti Assegaf.

Ia menjelaskan, Dinas Koperasi dan UKM Sulsel secara aktif mendorong transformasi koperasi agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Digitalisasi koperasi, pendampingan manajemen usaha, hingga fasilitasi legalitas usaha menjadi bagian dari upaya pemerintah agar koperasi mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,”lanjutnya.

“Penguatan koperasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat. Dengan kolaborasi ini, koperasi dapat tumbuh sehat dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Indri juga menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi mikro diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, hingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Sulawesi Selatan.

“Harapan kami, bahwa koperasi dan pelaku ekonomi mikro di Sulsel tidak hanya bertahan, tetapi akan mampu berkembang dan menjadi pilar ekonomi daerah yang kuat kedepan. Pemerintah akan terus hadir sebagai fasilitator dan penggerak agar ekonomi kerakyatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Indri Astuti Assegaf.

Rekomendasi Berita