Gempa Bumi dan Mitigasi, Apa yang Harus Dilakukan

KBRN Lhokseumawe : Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan gempa bumi karena berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Wilayah Aceh, termasuk Lhokseumawe dan sekitarnya, kerap merasakan getaran gempa dalam berbagai skala. Kondisi ini membuat pemahaman tentang mitigasi gempa menjadi hal penting agar risiko korban jiwa dan kerugian dapat diminimalkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa mitigasi gempa bumi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat gempa. Upaya ini meliputi kesiapsiagaan sebelum gempa, tindakan saat gempa terjadi, hingga langkah pemulihan setelah gempa. BMKG menekankan bahwa gempa tidak dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi, namun dampaknya dapat ditekan melalui edukasi dan kesiapan masyarakat.

Menurut BMKG, langkah mitigasi paling dasar adalah memastikan bangunan memenuhi standar keamanan gempa, mengenali jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting seperti air minum, obat-obatan, senter, dan dokumen penting. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memahami prosedur penyelamatan diri saat gempa terjadi, seperti berlindung di bawah meja yang kokoh dan menjauhi benda yang berpotensi jatuh.

BMKG juga mengingatkan pentingnya akses informasi yang cepat dan akurat. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi, media sosial, maupun siaran radio dan televisi, serta tidak mudah terpancing isu atau kabar yang belum jelas kebenarannya. Informasi yang benar sangat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat saat terjadi gempa.

Sementara itu, kesadaran akan kesiapsiagaan gempa juga mulai tumbuh di tengah masyarakat. Salah seorang warga Lhokseumawe, Rahmawati, mengaku kini lebih waspada setelah sering mengikuti informasi kebencanaan. “Sekarang kami sekeluarga sudah tahu apa yang harus dilakukan kalau gempa terjadi. Di rumah juga sudah disiapkan tas darurat,” ujarnya. Hal senada disampaikan Fauzan, warga lainnya, yang menilai edukasi gempa sangat penting terutama bagi anak-anak dan lansia.

BMKG berharap, melalui peningkatan literasi kebencanaan dan peran aktif masyarakat, dampak gempa bumi dapat ditekan seminimal mungkin. Kesiapsiagaan yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas dinilai menjadi kunci utama dalam membangun ketangguhan daerah, khususnya di wilayah rawan gempa seperti Aceh. Dengan mitigasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat lebih siap, tenang, dan sigap menghadapi ancaman gempa bumi kapan pun terjadi.

Rekomendasi Berita