KBRN, Lhokseumawe : Periode liburan panjang seringkali diwarnai dengan mobilitas tinggi, pertemuan keluarga, dan perubahan pola hidup yang signifikan. Sayangnya, euforia liburan bisa disusul dengan ancaman kesehatan yang tak terduga.
Dokter dan pakar kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang rentan muncul segera setelah kembali dari berlibur dan memulai aktivitas rutin. Penyakit-penyakit ini sering disebabkan oleh faktor kelelahan, perubahan cuaca ekstrem saat bepergian, hingga penularan virus di tempat umum yang padat.
Penyakit yang paling sering ditemui adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) seperti batuk, pilek, dan flu. Kondisi ini mudah menyebar di tengah kerumunan, baik saat menggunakan transportasi publik maupun di destinasi wisata.
Selain itu, masalah pencernaan seperti diare juga menjadi perhatian utama. Perubahan pola makan, konsumsi makanan yang kurang higienis di perjalanan, atau stres pasca liburan dapat mengganggu sistem pencernaan.
Kelelahan fisik akibat perjalanan jauh dan kurang tidur selama liburan turut berperan besar dalam melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih mudah terinfeksi berbagai kuman dan virus.
Untuk meminimalisir risiko terserang penyakit pasca liburan, langkah pencegahan proaktif sangatlah krusial. Dianjurkan untuk segera mengembalikan pola tidur yang teratur, memastikan asupan gizi seimbang dengan memperbanyak buah dan sayur, serta mengonsumsi air putih yang cukup.
Selain itu, praktik kebersihan diri seperti mencuci tangan dengan sabun secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah bepergian dari tempat umum, harus kembali dijadikan kebiasaan. Jika merasa tidak enak badan, istirahat yang cukup adalah kunci utama untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.
Mengantisipasi hal ini, pakar kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau agar masyarakat yang baru kembali berlibur segera melakukan pemeriksaan diri jika mengalami gejala yang berkelanjutan.
"Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak membaik dalam dua hingga tiga hari," Semboyan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat. Dengan menjaga gaya hidup sehat dan waspada terhadap gejala awal, masyarakat dapat memastikan transisi dari masa liburan ke rutinitas harian berjalan lancar dan bebas dari gangguan kesehatan.