KBRN, Lhokseumawe: Banyak orang merasakan sensasi kesemutan pada tangan, kaki, atau bagian tubuh lain ketika bangun tidur. Sensasi ini biasanya berupa rasa geli, seperti ditusuk jarum halus, atau rasa baal yang mengganggu. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai parestesia. Meski sering dianggap sepele, kesemutan yang terjadi berulang kali saat bangun tidur dapat memiliki penjelasan fisiologis yang perlu dipahami.
Apa Itu Kesemutan Menurut Medis?
Kesemutan atau parestesia adalah sensasi abnormal pada kulit akibat gangguan sementara atau menetap pada sistem saraf, terutama saraf perifer. Saraf ini berfungsi menghantarkan sinyal dari tubuh ke otak dan sebaliknya. Ketika aliran sinyal terganggu, otak akan menafsirkan gangguan tersebut sebagai sensasi kesemutan, kebas, atau rasa seperti terbakar ringan.
Penyebab Medis Kesemutan Saat Bangun Tidur
1. Penekanan Saraf Saat Tidur
Posisi tidur yang menekan saraf atau pembuluh darah merupakan penyebab paling umum. Misalnya, tidur dengan tangan tertekuk di bawah kepala atau kaki tertindih tubuh dalam waktu lama dapat menghambat aliran darah dan impuls saraf. Saat bangun dan posisi berubah, aliran darah kembali normal, menimbulkan sensasi kesemutan sementara.
2. Aliran Darah yang Terhambat Sementara
Saat bagian tubuh tertindih, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan menurun. Kondisi ini disebut iskemia ringan sementara. Ketika tekanan dilepaskan, darah mengalir kembali dan menimbulkan sensasi kesemutan sebagai tanda saraf kembali aktif.
3. Kekurangan Vitamin B Kompleks
Vitamin B, terutama B1, B6, dan B12, berperan penting dalam fungsi saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan saraf lebih sensitif dan mudah menimbulkan kesemutan, termasuk saat bangun tidur.
4. Gangguan Metabolik Seperti Diabetes
Pada penderita diabetes, kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf perifer, suatu kondisi yang disebut neuropati diabetik. Kesemutan yang sering terjadi, simetris, dan menetap bisa menjadi tanda awal gangguan ini.
5. Masalah pada Tulang Belakang atau Saraf Leher
Saraf yang keluar dari tulang belakang bisa tertekan akibat gangguan seperti saraf terjepit, pengapuran tulang, atau postur tubuh yang buruk. Tekanan ini dapat memicu kesemutan yang terasa sampai ke tangan atau kaki saat bangun tidur.
Kapan Kesemutan Perlu Diwaspadai?
Kesemutan sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis jika:
Terjadi setiap hari dan tidak membaik setelah bergerak.
Disertai nyeri hebat, kelemahan otot, atau gangguan keseimbangan.
Terjadi hanya pada satu sisi tubuh secara terus-menerus.
Disertai gangguan penglihatan, bicara pelo, atau pusing berat.
Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan gangguan saraf yang lebih serius dan memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Cara Mengurangi Risiko Kesemutan Saat Bangun Tidur
Perbaiki posisi tidur agar tidak menekan anggota tubuh terlalu lama.
Gunakan bantal yang menopang leher dengan baik.
Konsumsi makanan kaya vitamin B seperti telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
Jaga kadar gula darah tetap stabil jika memiliki diabetes.
Lakukan peregangan ringan setelah bangun tidur untuk melancarkan aliran darah.
Kesemutan saat bangun tidur umumnya bersifat sementara dan disebabkan oleh penekanan saraf atau gangguan aliran darah selama tidur. Namun, jika terjadi berulang dan disertai gejala lain, kondisi ini dapat menjadi tanda gangguan saraf atau metabolik yang memerlukan perhatian medis. Memahami penyebabnya membantu kita lebih waspada sekaligus bijak dalam menjaga kesehatan saraf dan kualitas tidur.