Isra Mikraj: Teladan Iman, Akhlak, dan Tradisi
- by Admin Pusat Test
- Editor Md Hugo Lidero
- 17 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
CAHAYA lembut malam menyinari umat Islam saat merenungkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra Mikraj menandai perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi simbol kedekatan manusia dengan Allah SWT. Nilai spiritual dari Isra Mikraj tetap relevan di tengah dinamika sosial dan tantangan moral kehidupan modern.
Setiap 27 Rajab peringatan ini mengajarkan bahwa iman lahir dari keteguhan hati dan kesungguhan menjalankan perintah Allah SWT. Teladan Nabi Muhammad SAW menjadi fondasi bagi setiap tindakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Tantangan seperti konflik, ketidaksabaran, dan perbedaan pandangan memerlukan refleksi spiritual. Kedekatan dengan Tuhan menghadirkan ketenangan sekaligus keberanian menghadapi ujian hidup.
Momentum Isra Mikraj menjadi pengingat agar semangat meneladani Nabi terus dipupuk oleh umat Islam. Pengamalan nilai spiritual ini dapat mendorong kepemimpinan yang bijak, ikhlas, dan penuh kasih sayang.
Nilai-nilai spiritual dari Isra Mikraj juga menjadi dasar pandangan bagi umat Islam dalam menata akhlak dan ibadah. Semangat ini kemudian terlihat jelas melalui pandangan lembaga-lembaga keagamaan yang menafsirkan makna peringatan Isra Mikraj.
|
Selanjutnya,
Makna Peristiwa Isra Mikraj
|