KBRN, Entikong: Geografis wilayah, keterbatasan sinyal komunikasi, serta akses jalan yang sulit menjadi kendala utama dalam penanganan kasus scabies diwilayah perbatasan Kabupaten Sanggau. Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya pelayanan kesehatan, terutama dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit kulit menular di daerah terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting menyampaikan, penanganan scabies membutuhkan respons cepat dan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat. Namun, realita dilapangan menunjukkan masih banyak wilayah di perbatasan yang sulit dijangkau oleh tenaga kesehatan akibat faktor alam dan infrastruktur yang terbatas.
“Kawasan perbatasan masih terkendala kondisi medan yang menantang, jarak tempuh yang relatif jauh, serta infrastruktur jalan yang belum memadai. Hal ini menyulitkan petugas kesehatan untuk melakukan penanganan secara rutin dan menyeluruh,” ungkap Ginting Dalam Dialog Entikong, Selasa (16/12/2025).
Selain faktor geografis, keterbatasan jaringan komunikasi juga memperparah situasi. Minimnya sinyal di beberapa wilayah membuat koordinasi antara fasilitas kesehatan, petugas lapangan, dan dinas terkait menjadi tidak optimal, terutama dalam pelaporan kasus dan distribusi logistik kesehatan.
“Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, upaya pengendalian penyakit di wilayah perbatasan tidak bisa maksimal. Ini menjadi tantangan bersama yang perlu mendapat perhatian lintas sektor,” tuturnya.