Program MBG Beri Dampak Gizi dan Lapangan Kerja

KBRN, Bandung: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap penguatan ekonomi lokal. Melalui pelibatan berbagai sektor, program ini mampu membuka lapangan pekerjaan dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat daerah, termasuk di Kota Bandung.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Bandung, Ramzi, S.STP., M.A.P. menyampaikan bahwa hingga saat ini capaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Secara nasional, telah terbentuk 17.555 SPPG yang aktif dan menyerap lebih dari 741.945 tenaga kerja, sementara di Jawa Barat sendiri terdapat 3.982 SPPG yang telah beroperasi.

“Program ini tidak hanya menjangkau aspek gizi, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujarnya dalam siaran Pro 1 RRI Bandung, Selasa (16/12/2025).

Selain itu, Ramzi menjelaskan bahwa melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, pemerintah mewajibkan penyelenggara MBG untuk mengutamakan penggunaan produk lokal serta melibatkan pelaku usaha dalam negeri. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan kondisi UMKM pangan yang mayoritas digerakkan oleh kaum perempuan. Di tingkat pelaksanaan, lebih dari 50 persen tenaga kerja di SPPG merupakan ibu-ibu, termasuk mereka yang sebelumnya belum pernah bekerja. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.

 “Secara tidak langsung, MBG memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

MBG juga mendorong penyerapan produk UMKM lokal di sekitar lokasi SPPG. Dalam pelaksanaannya, MBG juga memprioritaskan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, khususnya warga dalam kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok kurang mampu. Rata-rata satu SPPG menyerap sekitar 47 tenaga kerja lokal, terutama pada bagian persiapan bahan baku, pemorsian, dan pencucian wadah makan. Jika ditambah tenaga ahli gizi, akuntan jumlah tersebut dapat mencapai lebih dari 50 orang.

Melalui program MBG, pemerintah berharap upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi anak dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Karena makan bergizi adalah hak seluruh rakyat Indonesia. Ramzi menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Rekomendasi Berita