PFAS dan Mikroplastik Dapat Ganggu Hormon pada Perempuan

KBRN, Bandung: Perhatian terhadap kesehatan hormon meningkat seiring temuan ilmiah baru tentang paparan bahan kimia sehari-hari di masyarakat. Penelitian terbaru menyoroti peran lingkungan rumah tangga dalam memengaruhi keseimbangan sistem endokrin manusia secara biologis.

Dilansir dari Eatingwell, hormon berfungsi sebagai pembawa pesan kimia yang mengatur pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, dan perkembangan tubuh manusia sehari-hari. Fungsi hormonal dapat terganggu akibat stres, kurang tidur, penuaan, serta paparan faktor lingkungan tertentu dalam kehidupan.

Plastik banyak digunakan di dapur karena ringan, tahan lama, tidak mudah pecah, dan praktis untuk penggunaan. Namun, berbagai perlengkapan plastik mengandung bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Sebagian bahan kimia tersebut dikenal sebagai PFAS yang sulit terurai dan bertahan lama di dalam  tubuh manusia. Zat ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan, air minum, atau botol plastik sekali pakai yang digunakian sehari-hari.

Peneliti Harvard menganalisis data NHANES untuk menilai dampak mikroplastik terhadap hormon perempuan dewasa di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan paparan jangka panjang PFAS dapat membuat gangguan hormon, meski kadarnya tergolong rendah.

Meski demikian, peneliti mencatat keterbatasan karena sebagian data berbasis laporan mandiri peserta penelitian tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kehati-hatian penggunaan plastik untuk melindungi kesehatan hormon jangka panjang pada perempuan.

Rekomendasi Berita