Lapas Tual Panen Sayur Segar Hasil Keringat Sendiri

KBRN, Ambon:  Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, suasana produktif tampak menyelimuti area perkebunan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual. Sejumlah Warga Binaan didampingi petugas pemasyarakatan melakukan panen 22 kg sawi segar sebagai bentuk keberhasilan program pembinaan kemandirian, Rabu (31/12).

Kegiatan panen ini merupakan bagian dari upaya nyata Lapas Tual dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin penguatan ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti bahwa tembok penjara bukan penghalang bagi warga binaan untuk tetap produktif dan berkontribusi positif.

"Panen di penghujung tahun 2025 ini adalah buah dari kerja keras dan ketekunan warga binaan selama masa pembinaan. Kami ingin memastikan bahwa saat mereka bebas nanti, mereka memiliki keterampilan bertani yang mumpuni untuk kembali ke masyarakat," ujar Nurchalis saat meninjau langsung proses panen.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), L. Laitera, menjelaskan bahwa pengelolaan lahan di Lapas Tual dilakukan secara intensif dengan pengawasan teknis yang rutin.


"Hasil panen hari ini cukup memuaskan. Kami menerapkan pola tanam yang terjadwal agar produksi sayur bisa berkelanjutan. Selain untuk konsumsi internal guna menambah asupan nutrisi warga binaan, sebagian hasil panen juga dipasarkan kepada masyarakat sekitar dan petugas, yang hasilnya akan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," jelas Kasubsi Giatja.

Kegiatan panen akhir tahun ini ditutup dengan semangat kebersamaan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus mengasah kemampuan diri selama menjalani masa pidana, sekaligus membuktikan komitmen Lapas Tual dalam mencetak insan yang mandiri dan berdaya guna di masa depan.​

Rekomendasi Berita