Warung Nasi Goreng Racing Babarsari Tutup Akhir Bulan
- by Nur Imtihanna
- Editor Rini Rustriani Lesti Handayani
- 16 Jan 2026
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Warung “Nasi Goreng Racing” yang berlokasi di kawasan Babarsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipastikan akan menghentikan operasionalnya pada akhir bulan ini. Warung yang dikenal sebagai tempat makan favorit mahasiswa tersebut telah berdiri sejak 2023 dan dikelola langsung oleh pemiliknya Tanti, yang memulai usaha secara mandiri setelah sebelumnya bekerja sama dengan mitra dari Magelang.
Tanti menjelaskan, usaha kuliner yang telah berjalan sekitar tiga setengah tahun itu awalnya cukup menjanjikan. Menu nasi goreng dan bakmi menjadi pilihan utama pelanggan, khususnya mahasiswa di sekitar Babarsari. “Yang paling banyak dipesan nasi goreng sama bakmi, tapi sebenarnya hampir semua menu best seller,” ujarnya.
Nama “Nasi Goreng Racing” sendiri memiliki cerita unik. Tanti mengaku harus berpikir keras mencari nama setelah memutus kerja sama usaha sebelumnya. “Suami saya suka main motor, pusing cari nama, ya sudah pakai nama Nasi Goreng Racing saja,” katanya. Seiring waktu, cita rasa masakan pun disesuaikan dengan selera pelanggan Jogja yang tidak terlalu menyukai rasa manis.
Namun, kondisi penjualan dalam setahun terakhir mengalami penurunan signifikan. Tanti menyebutkan omzet hariannya merosot lebih dari setengah dibandingkan dua tahun sebelumnya. “Dulu bisa sekitar dua setengah juta, sekarang ambil satu juta saja susah,” ucapnya. Menurutnya, situasi ekonomi dan berkurangnya jumlah mahasiswa menjadi faktor utama sepinya pembeli.

Meski demikian, harga menu di warung tersebut tidak pernah dinaikkan sejak awal berdiri. Tanti memilih menyesuaikan porsi demi menjaga keterjangkauan bagi mahasiswa. “Kalau mau naikin harga rasanya kurang masuk buat mereka, jadi pasarnya memang masih mahasiswa,” katanya.
Salah satu pelanggan setia Laura, mengungkapkan kesannya terhadap warung tersebut. Ia menilai cita rasa masakan khas Jawa yang manis gurih menjadi keunggulan utama. “Dagingnya banyak, bumbunya meresap, ada aroma smokynya, porsinya juga bikin kenyang,” ujar Laura. Ia juga menyayangkan kondisi warung yang kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelumnya.
Warung “Nasi Goreng Racing” buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 00.30 WIB, khusus Sabtu hingga pukul 01.00 WIB, dengan area parkir yang cukup luas. Menjelang penutupan sementara ini, Tanti berharap doa dan dukungan pelanggan agar usahanya bisa kembali bangkit. “Saya mau break dulu sambil lihat situasi, mudah-mudahan nanti bisa jualan lagi dan ekonomi membaik,” ucapnya.