KBRN, Yogyakarta: Bagi Anda yang berencana mengganti laptop tua atau merakit Personal Computer (PC) idaman, menunda pembelian hingga tahun depan sepertinya bukan keputusan bijak. Sinyal kuat dari pasar teknologi global menunjukkan bahwa era perangkat elektronik murah akan segera berakhir, dengan lonjakan harga yang diprediksi mulai terasa pada awal 2026.
Pemicu utamanya bukan sekadar inflasi biasa, melainkan masalah pada komponen paling vital dalam komputasi: RAM (Random Access Memory). Kenaikan harga komponen ini dipastikan akan memukul rata semua segmen, mulai dari laptop entry-level untuk pelajar hingga PC gaming kelas atas.
Berdasarkan data dan analisis pasar teknologi terkini, harga memori DRAM—bahan baku utama RAM—sedang dalam tren menanjak drastis. Kondisi ini dipicu oleh strategi para raksasa produsen chip dunia yang mulai membatasi produksi demi menjaga stabilitas harga mereka, serta tingginya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).
Ketika harga "otak" penyimpanan sementara ini naik, produsen laptop dan PC tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual produk akhir. Artinya, laptop dengan spesifikasi yang sama persis hari ini, kemungkinan besar akan dijual dengan harga jauh lebih mahal saat kalender berganti ke tahun 2026.
Kenaikan ini menjadi kabar buruk bagi konsumen di Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga. Laptop di kisaran harga Rp5-7 juta yang biasanya menjadi primadona bagi mahasiswa dan pekerja kantoran diprediksi akan mengalami penyesuaian harga yang signifikan atau mengalami penurunan spesifikasi untuk menjaga harga tetap stabil.
Melihat tren pasar yang tidak bersahabat, momen akhir tahun 2025 ini dinilai sebagai waktu paling tepat untuk berbelanja elektronik. Para pengamat gawai menyarankan konsumen untuk memanfaatkan diskon akhir tahun dan stok lama yang masih menggunakan harga modal lama. Menunggu model baru rilis di 2026 justru berisiko membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk performa yang setara.
Daripada anggaran membengkak di tahun depan, mengamankan perangkat elektronik sekarang adalah langkah antisipasi paling logis untuk menyelamatkan keuangan Anda. (jyt/ros)