Strategi UMKM Multi Sektor: Tumbuh dan Bertahan

KBRN,Ternate

: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor terus dituntut untuk adaptif dan inovatif dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam Dialog UMKM Bicara, membahas langkah-langkah konkret UMKM multi sektor agar mampu bertahan sekaligus bertumbuh secara berkelanjutan.

Dalam dialog tersebut, Dr. Prince Charles Heston Runtunuwu hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan bahwa kekuatan UMKM Indonesia terletak pada keberagaman sektor, mulai dari kuliner, fashion, pertanian, industri kreatif, hingga jasa berbasis digital.

“UMKM tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Strategi bertahan harus dibarengi dengan strategi bertumbuh, seperti digitalisasi, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia,” ujar Dr. Prince Charles Heston Runtunuwu.Senin, (6/01/2025).

Menurutnya, tantangan global, perubahan perilaku konsumen, serta perkembangan teknologi harus dilihat sebagai peluang. UMKM multi sektor didorong untuk memanfaatkan platform digital, memperkuat branding, serta membangun jejaring pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

UMKM Bicara juga menyoroti pentingnya peran ekosistem pendukung, termasuk pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta. Sinergi antar pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan di masa sulit, tetapi juga mampu naik kelas.

“Ketika UMKM memiliki visi jangka panjang, tata kelola yang baik, serta keberanian berinovasi, maka pertumbuhan bukan lagi sekadar harapan, melainkan keniscayaan,” ucapnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita