Siput Bisa Tidur Selama Tiga Tahun
- by Nurul Khotimah
- Editor Febriansyah
- 11 Jan 2026
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Siput memiliki kemampuan bertahan hidup ekstrem dengan memasuki fase dormansi panjang saat kondisi lingkungan menjadi sangat kering. Fase ini disebut estivation memungkinkan metabolisme melambat drastis sehingga energi tubuh tetap terjaga selama periode tidak bersahabat.
Beberapa spesies siput gurun tercatat mampu bertahan hingga tiga tahun tanpa aktivitas bergerak maupun asupan makanan tambahan. Tubuh siput menyegel diri menggunakan lapisan lendir keras mencegah kehilangan air dan paparan panas berlebihan.
Penelitian Journal of Molluscan Studies, menjelaskan laju pernapasan siput turun signifikan menjaga kestabilan sel selama dormansi panjang ekstrem. Enzim perlindungan sel bekerja mempertahankan struktur protein sehingga kerusakan jaringan dapat diminimalkan selama kondisi kekeringan berat.
Studi Universitas Nottingham, menunjukkan siput dapat kembali aktif dalam hitungan jam setelah terkena air kembali. Sistem biologisnya langsung memulihkan fungsi otot, pencernaan, serta respons sensorik tanpa proses adaptasi panjang tambahan.
Kemampuan ini menjadi contoh adaptasi evolusioner menghadapi fluktuasi iklim ekstrem pada habitat kering tidak stabil. Siput mampu mengatur keseimbangan cairan internal sehingga tetap hidup meski lingkungan kehilangan kelembapan berkepanjangan ekstrem.
Ilmuwan mempelajari mekanisme ini untuk pengembangan teknologi penyimpanan biologis dan konservasi organisme sensitif lingkungan. Inspirasi estivation berpotensi membantu penelitian medis tentang perlindungan sel selama kondisi kekurangan oksigen jangka panjang.
Fenomena tidur panjang siput memperluas pemahaman manusia mengenai batas ketahanan kehidupan pada kondisi ekstrem alam. Adaptasi sederhana ini membuktikan strategi bertahan hidup efektif tidak selalu membutuhkan kecerdasan tinggi atau kompleksitas struktural.