Kasus Child Grooming, Dewan Minta Pendidikan Seks Masuk Kurikulum
- by Fais Putra
- Editor Benny Hermawan
- 20 Jan 2026
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya Sita Pramesthi S.Si menilai pemerintah perlu memasukkan pendidikan seks sejak dini kedalam kurikulum pendidikan. Komentar tersebut merespon maraknya kasus Child Grooming atau pelecehan seksual pada anak.
Sita saat dihubungi RRI Selasa (20/1/2026) mengatakan pentingnya memasukkan edukasi tentang seks pada kurikulum sekolah formal perlu dilakukan. “Pemerintah perlu memasukkan pendidikan tentang seks ke kurikulum, karena semakin maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi,” ujar Sita.
Menurutnya faktor lain seperti percepatan arus informasi pada media sosial perlu di bendung dengan fundamental pendidikan yang kuat. “Apalagi dunia pendidikan saat ini semakin di gempur oleh teknologi media sosial, akhirnya terjadi pergeseran pola asuh anak,” ungkapnya.
Selain melalui pendidikan formal, sosialisasi kepada orang tua dan lingkungan sekitar juga penting dilakukan untuk mencegah terjadinnya Child Grooming. “Beberapa kali saya juga melakukan sosialisasi kepada para orang tua, sehingga pengawasan kepada anak bisa dari berbagai arah,” ucapnya.
Dirinya juga berharap kepada insan media untuk menyiarkan tayangan yang positif dan mendidik agar masa depan bangsa yang cerah dapat terwujud.