KBRN, Surabaya: Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes berisiko tinggi menyebabkan kebutaan permanen jika terlambat ditangani. Prosedur pemeriksaan mata konvensional yang lama sering menjadi kendala penanganan dini.
Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember menggagas inovasi bernama EyeXaminer. EyeXaminer merupakan alat deteksi dini portabel yang terintegrasi dengan smartphone.
Ketua tim EyeXaminer, Andi Bintang Adi Putra menyebut pemeriksaan mata konvensional memiliki kendala waktu signifikan. Tahapan pra-pemeriksaan mengharuskan pasien menunggu hingga 40 menit.
Pasien diwajibkan menggunakan obat tetes mata untuk melebarkan pupil sebelum pemeriksaan. Kondisi ini membuat banyak pasien enggan memeriksakan mata sejak dini.
Menjawab persoalan tersebut, tim EyeXaminer merancang alat fundus capture portabel non-mydriatic tanpa obat tetes. Alat ini memungkinkan pemeriksaan lebih cepat dan nyaman.
"EyeXaminer memanfaatkan kamera smartphone inframerah dengan eyecup khusus untuk menciptakan kondisi gelap total. Kondisi tersebut membuat pupil melebar alami tanpa bantuan obat," katanya, selasa (16/12/2025).
Mahasiswa yang akrab disapa Abin ini menjelaskan EyeXaminer terintegrasi teknologi Deep Learning metode CNN Multimodal. Sistem mampu mengklasifikasikan tingkat keparahan penyakit dalam lima tahapan.
Tahapan tersebut meliputi kondisi normal, ringan, sedang, berat, hingga proliferative diabetic retinopathy. Klasifikasi dilakukan berdasarkan citra retina yang diambil alat.
Mahasiswa Teknik Elektro ITS angkatan 2023 ini menambahkan EyeXaminer mampu memprediksi estimasi risiko kebutaan. Prediksi menggunakan parameter klinis dan data citra fundus pasien.
Parameter tersebut meliputi indeks massa tubuh, usia, riwayat merokok, dan durasi diabetes. Seluruh data diolah secara terpadu dalam sistem.
Inovasi ini mampu memangkas waktu pemeriksaan dari sekitar satu jam menjadi satu hingga dua menit. Efisiensi tersebut mengantarkan tim meraih prestasi nasional.
Di bawah bimbingan Shoffi Izza Sabila,, tim meraih medali perunggu dan perak Pimnas 2025. Penghargaan diperoleh pada kategori Presentasi dan Poster.