Program Intervensi Gizi Jadi Andalan Bangka Atasi Stunting
- by Ratna Agusari
- Editor Lalang Gumilang
- 20 Jan 2026
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Pemerintah Kabupaten Bangka terus mengoptimalkan program intervensi gizi sebagai langkah strategis dalam menekan angka stunting. Berbagai upaya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga peran aktif masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Anggia Murni menyampaikan bahwa intervensi gizi difokuskan pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), suplementasi zat gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi gizi seimbang.
“Intervensi gizi menjadi kunci utama dalam pencegahan stunting. Kami memastikan asupan gizi anak terpenuhi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 20 Januari 2026.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat peran posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kader posyandu dibekali pelatihan untuk mendeteksi dini risiko stunting serta memberikan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan.
Tidak hanya berfokus pada intervensi spesifik, Pemkab Bangka juga menjalankan intervensi sensitif, seperti peningkatan akses air bersih, sanitasi layak, serta edukasi pola asuh dan perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat, untuk memastikan generasi Bangka tumbuh sehat dan berkualitas,” kata dia.
Melalui program intervensi gizi yang berkelanjutan dan terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Bangka optimistis angka stunting dapat terus ditekan, sekaligus mewujudkan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
“Yang terpenting ini adalah peran utama orang tua, anak yang sudah mampu memutuskan untuk menikah berarti sudah siap untuk mengurus anak, sehingga mereka harus sudah paham betul akan pengetahuan tentang kebutuhan gizi anak sejak hamil,” ujar Warga Sungailiat Asilawati.