KBRN, Sungailiat : Insomnia kerapkali dialami sebagian orang. Gangguan tidur itu membuat seseorang sulit untuk tidur atau tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Dalam persfektif kesehatan, Insomnia menyebabkan kelelahan, stres, dan masalah kesehatan lainnya. Hal itu berpengaruh pada kelangsungan aktivitas hariannya.
Menurut dr. Egha Zainur Ramadhani, Insomnia atau gangguan tidur rentang klasifikasinya ada yang sederhana, ada yang sampai tingkat berat. Keduanya itu jangan dipandangbremeh.
"Kalau yang sederhana, di antaranya satu, mulai disiplin menggunakan tempat tidur sebagai tempat untuk beristirahat. Kedua, mulailah dengan disiplin di konteks jam tidur," kata Egha.
Dia juga memberikan tips lain seperti jam berapa mulai tidur, biasakan tidur dengan lampu yang lebih redup. Karena lampu yang terang sendiri akan menghambat hormon melatonin.
Egha menyarankan untuk yang sudah kronis atau levelnya bahkan berat, bisa datang ke psikolog atau psikiater. Atau ke pakar kesehatan yang lainnya.
"Jangan anggap enteng kekurangan tidur. Karena dalam jangka panjang ada banyak sekali organ yang akan berefek akibat kurangnya istirahat. Jadi pastikan kita sesuai dengan waktu tidur kita," ujar dr. Egha.
Dalam program Tang Tut di Pro 4 RRI Sungailiat, sejumlah pendengar berbagi pengalaman dan solusi kesehatan mental. Salah satu pendengar PRO 4 RRI Sungailiat, Brahim.
Ia mengungkapkan insomnia telah dialaminya selama beberapa bulan terakhir. Ia menyebutkan sulit tidur pada malam hari meskipun tubuh terasa lelah setelah bekerja.
"Biasanya saya baru bisa tidur menjelang subuh, itu pun tidak nyenyak. Akibatnya, siang hari jadi kurang fokus saat bekerja,” ujar Brahim.
Sementara itu, pendengar lainnya, Karyan, mengatakan insomnia mempengaruhi kondisi emosional dan kesehatannya, pikiran yang terlalu aktif pada malam hari membuat waktu tidur semakin terganggu.
"Kalau sudah tidak bisa tidur, badan jadi cepat lelah dan mudah emosi keesokan harinya,” ujar Karyan.