Fatimah, 50 Dekade Bertahan dengan Warung Nasi Tradisional
- by Sandri Setiawan
- Editor Siti Aisyiah
- 13 Jan 2026
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Seorang perempuan tangguh Fatimah (72), masih setia membuka warung nasi sederhananya hingga hari ini. Selama lebih dari 50 tahun, Mak Fatimah, sapaan akrabnya, terus berjuang menghidupi keluarganya dari hasil memasak, meski harus menghadapi gempuran makanan modern yang kian menjamur.
Warung nasi milik Mak Fatimah berdiri sederhana di pinggir jalan. Menu yang disajikan pun terbilang tradisional, mulai dari sayur lodeh, sambal terasi, tempe goreng hingga ikan asin. Meski sederhana, masakan Mak Fatimah dikenal karena cita rasa rumahan yang konsisten sejak puluhan tahun lalu.
Mak Fatimah mulai berjualan nasi sejak usia muda untuk membantu perekonomian keluarga. Dari warung inilah, ia membesarkan anak-anaknya, menyekolahkan mereka, hingga kini tetap bertahan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah maraknya makanan cepat saji dan kuliner modern, Mak Fatimah memilih bertahan dengan masakan tradisionalnya. Ia percaya bahwa kejujuran rasa dan kerja keras menjadi kunci agar usahanya tetap hidup.
"Alhamdulillah sampai saat ini masih mampu dan kuat berjualan, selama badan masih mampu, jangan pernah berhenti," ujar Mak Fatimah Selasa 13 Januari 2026. "Kebanyakan warung kalau sudah laris, biasanya rasanya berbeda, bumbunya dikurangi, sudah tidak jujur dengan rasa yang asli, kalau saya tidak."
Selain itu rahasia lainnya dari segi pelayanan dan harga. Seporsi nasi hanya dijual Rp 10.000,- saja dan pelanggan bebas untuk memilih lauk sendiri.
Hingga kini, Mak Fatimah masih melayani pembeli setiap hari dengan semangat yang tak surut. Hal ini menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesederhanaan mampu bertahan melawan perubahan zaman. Rahasia dagangannya