Universitas Wahid Hasyim Perluas Kerja Sama dengan India
- by Bowo Wiranto
- Editor Marnisa Nurdian Saritri
- 18 Jan 2026
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) memperluas wawasan internasional dengan Konsulat Kehormatan India di bawah naungan Kedutaan Besar India. Kehadiran perwakilan diplomatik India ke Unwahas untuk membedah peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan India, khususnya di sektor penegakan produk hukum dan kedokteran.
Melalui Kuliah Umum Internasional Unwahas, menghadirkan Mr Sunil Ambekar Joint Head of Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) sebagai
Keynote Speaker. Kemudian Dr. Muhammad Ikhsan, S.Farm M.H, Dosen Fakultas Hukum dan Dr. dr Rinna Dwi Lestari MH, SpKFR, MARS, FISQua, AIFO-K Dosen Fakultas Kedokteran sebagai narasumber Utama.Rektor Unwahas, Prof Dr. Ir. Helmy PurwantoMT., IPM menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari akselerasi visi universitas untuk menjadi
World Class University. “Melalui kuliah umum internasional, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik di dalam negeri, tetapi juga memiliki global mindset,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu , 17 Januari 2026.Ia menyebut, terselenggaranya
International Lecture Series untuk mewujdukan Unwahas sebagai kampus yang inklusif dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global. Sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu pusat pendidikan berkualitas di Jawa Tengah.“Saat ini kami memiliki mahasiswa asing dari 14 negara asal. Semoga dengan adanya kegiatan ini mampu menarik minat mahasiswa asing dari berbagai negara lain untuk mengambil pendidikan di Unwahas” ucapnya.
Sementara, Konsulat Kehormatan India Mr Manoj Bhat menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara di era globalisasi. Negara India yang kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan teknologi dunia membuka peluang lebar bagi mahasiswa Indonesia untuk melakukan pertukaran pelajar maupun melanjutkan studi lanjut.
"Pendidikan adalah jembatan terbaik untuk mempererat hubungan diplomatik. Kami melihat potensi besar pada mahasiswa Unwahas untuk berkontribusi dalam kancah internasional," ujarnya.
Manoj menambahkan, integrasi antara ilmu hukum dan kedokteran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. “Seiring dengan perkembangan teknologi medis yang pesat, perlindungan hukum bagi tenaga medis maupun pasien menjadi isu sentral yang harus dipahami oleh akademisi,” katanya.