Fisikawan Undip Kembangkan Aplikasi Kendali Mutu CT-scan Otomatis
- by Bahtiar
- Editor Marnisa Nurdian Saritri
- 15 Jan 2026
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) mengawali tahun 2026 dengan meluncurkan IndoQCT v26d, perangkat lunak terbaru untuk evaluasi kualitas citra Computed Tomography (CT). Aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung proses kendali mutu CT-scan secara otomatis, objektif, dan efisien.
Peluncuran resmi IndoQCT v26d akan dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Fisika Undip yang juga berisi penjelasan mengenai perangkat lunak tersebut.
Inovasi ini diharapkan menjadi sarana pendukung bagi fisikawan medik dalam melaksanakan kendali mutu CT-scan secara lebih cepat dan efektif. Selain itu, IndoQCT juga dimanfaatkan sebagai alat bantu riset ilmiah, serta media edukasi di bidang fisika medis dan radiologi.
Dalam bidang kesehatan, teknologi ini turut berkontribusi dalam mengurangi risiko efek samping pemeriksaan CT-scan pada pasien. Dampak yang dapat diminimalkan mulai dari efek ringan seperti pusing dan alergi, hingga risiko berat seperti kerusakan DNA sel dan peningkatan risiko kanker.
IndoQCT v26d merupakan pengembangan terkini dari perangkat lunak evaluasi kualitas citra CT yang telah dikembangkan sejak tahun 2018. Versi ini dilengkapi berbagai fitur unggulan untuk mendukung kebutuhan riset dan kendali mutu klinis CT-scan.
Undip juga telah berkolaborasi dengan PT Quarta Medika Indonesia (QMI) sehingga IndoQCT berhasil memasuki tahap komersialisasi. Riset ini merupakan hasil karya dosen Fisika Medik Undip dengan ketua tim Dr. Choirul Anam dan Prof. Heri Sutanto bersama tim.
"Ini adalah versi ke-4 yang sebelumnya adalah v22a, lalu v24b, lalu v25c, dan yang sekarang v26d. Pada versi ini, IndoQCT telah dilengkapi dengan beberapa fitur, misalnya pengukuran detectacbility index dengan model NPW dan NPWE, Tab input parameter yang dulunya statis, kini dibuat lebih dinamis. Menejemen file juga sudah di-updated,” kata Dr. Choirul Anam melalui siaran pers, Rabu (14/1/2026).
Hingga saat ini, pengembangan IndoQCT telah menghasilkan sekitar 95 publikasi ilmiah di berbagai jurnal internasional bereputasi di bidang fisika medis. Selain itu, IndoQCT telah diunduh dan digunakan oleh pengguna dari lebih dari 90 negara.
IndoQCT dikembangkan untuk menjawab tantangan pelaksanaan kendali mutu CT konvensional yang masih banyak dilakukan secara manual dan memerlukan waktu lama. Hal tersebut disampaikan oleh ketua tim dalam rilisnya.
“IndoQCT dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan dalam pelaksanaan QC CT konvensional yang hingga saat ini masih banyak dilakukan secara manual, memerlukan waktu lama khususnya untuk pemeriksaan harian serta rentan terhadap bias subjektivitas pemeriksa,” jelas Ketua Tim.
Dibandingkan dengan perangkat lunak sejenis, IndoQCT memiliki keunggulan karena mendukung berbagai jenis phantom tanpa bergantung pada vendor tertentu. Selain itu, perangkat lunak ini memungkinkan pengukuran kualitas citra langsung dari citra klinis pasien untuk membantu optimasi dosis radiasi.
Fitur tambahan IndoQCT mencakup analisis tekstur, reduksi noise, berbagai pilihan window citra, serta kemampuan reformat citra. Seluruh hasil pengukuran tersimpan dalam basis data dan laporan dapat dihasilkan secara otomatis dalam format PDF.