Fachrizal Ambia Bangun Prestasi Taekwondo Aceh dari Sabang
- by Fahrul Razi
- Editor Mahfud Taheer
- 30 Nov 2025
- Sabang
KBRN, Sabang: Perjalanan panjang Fachrizal Ambia, Ketua dan Pelatih Taekwondo Kota Sabang yang juga dosen Pendidikan Olahraga Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, menjadi bukti konsistensi dan dedikasi terhadap dunia olahraga. Sejak mengenal Taekwondo di bangku kelas 1 SMP, Fachrizal menapaki jalurnya sebagai pemula yang benar-benar memulai dari nol. Dengan disiplin latihan yang terjaga, ia berhasil mencapai level atlet daerah ketika menginjak kelas 3 SMP.
Memasuki masa SMA, prestasinya semakin menonjol. Saat diwawancarai RRI Fachrizal mengisahkan, Ia berhasil menjuarai Kejuaraan Taekwondo tingkat Aceh sebagai atlet junior, yang membuka jalannya menuju kompetisi nasional. Puncaknya, ia meraih gelar juara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior, mengukuhkan namanya sebagai salah satu atlet muda potensial asal Aceh.
"Saat berstatus mahasiswa, deretan prestasi kembali berhasil ditorehkannya. Fachrizal meraih medali perak pada Kejurnas Antar Mahasiswa dan medali emas pada kejuaraan antar mahasiswa di Malaysia. Tak berhenti di situ, ia juga keluar sebagai juara pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) di Bireuen, menambah daftar panjang pencapaiannya, ucap Fachrizal, Minggu (30/11/2025).
Tambahnya, pada Tahun 2012 menjadi tonggak penting bagi Fachrizal Ambia. Ia dipercaya mewakili Aceh sebagai atlet pada Pekan Olahraga Nasional (PON), sebuah kehormatan besar bagi setiap atlet daerah. Pengalaman itu menjadi salah satu fase puncak kariernya sebagai atlet profesional.
Pada ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA), Fachrizal tercatat mengikuti tiga edisi dengan hasil membanggakan. Ia meraih medali emas pada PORA pertama, medali perak pada PORA kedua, dan kembali meraih medali emas pada PORA ketiga. Prestasi di PORA ketiga sekaligus menjadi penutup perjalanan panjangnya sebagai atlet aktif.
Berakhirnya karier kompetitif tidak membuat Fachrizal meninggalkan dunia Taekwondo. Ia justru semakin memantapkan diri di jalur kepelatihan. Fachrizal dipercaya menjadi Pelatih Kepala kontingen Aceh pada ajang POPNAS sebanyak dua kali, serta menjadi pelatih pada POMNAS di Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah. Perannya dalam pembinaan atlet terus berkembang dari tahun ke tahun.
"Alhamdulillah saat ini Saya masih bisa aktif dalam berbagai program pembinaan dan pengembangan Taekwondo di Aceh. Saat ini bermodalkan sabuk hitam Dan IV Kukkiwon, serta dipercaya sebagai penguji resmi ujian kenaikan tingkat sabuk di bawah Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Aceh. Posisi ini membuat saya bisa terlibat langsung dalam proses kaderisasi atlet dan pengembangan kualitas teknik Taekwondo di daerah," ucapnya lagi.
Bagi Fachrizal Ambia, Taekwondo bukan sekadar olahraga. Ia menyebutnya sebagai jalan pengabdian, pembentukan karakter, sekaligus medium untuk melahirkan generasi berprestasi. Dedikasi panjangnya menjadi inspirasi bagi para atlet muda Aceh untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.