KBRN,Ranai: Setelah ujian akhir semester (UAS) selesai, perhatian orang tua tidak seharusnya hanya tertuju pada nilai akademik. Kesehatan mental dan asupan gizi anak justru menjadi hal penting yang perlu dijaga agar si kecil dapat kembali ceria dan siap menjalani tahap belajar berikutnya.
Proses belajar selama berbulan-bulan kerap menguras energi fisik dan mental anak. Oleh karena itu, pemenuhan gizi tetap menjadi prioritas utama. Melansir dari @isipiringku_id, asupan makanan bergizi berperan penting untuk mengembalikan energi tubuh dan otak, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu menstabilkan suasana hati anak setelah melalui masa ujian.
Selain gizi, orang tua juga diimbau untuk menghindari tekanan sosial terhadap anak. Pertanyaan berulang seputar nilai ujian dapat menambah beban psikologis. Sebaliknya, dukungan emosional sederhana seperti pelukan dan kalimat apresiasi bahwa anak telah berusaha sebaik mungkin di sekolah dapat memberikan rasa aman dan nyaman.
Pendampingan dengan cinta juga menjadi kunci pemulihan mental anak. Meluangkan waktu untuk mengobrol santai, bermain bersama, atau menonton film dapat mempererat hubungan orang tua dan anak. Ikatan yang hangat ini terbukti menjadi salah satu cara paling efektif untuk meredakan stres pada anak.
Masa setelah ujian juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu relaksasi. Anak perlu diberi kesempatan untuk bermain, berolahraga, atau beristirahat tanpa rasa bersalah. Orang tua dianjurkan memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan anak, bukan semata-mata pada hasil nilai yang diperoleh.
Komunikasi terbuka pun penting dibangun, dengan mengajak anak berbincang santai tentang proses belajar sebagai perjalanan panjang yang penuh tantangan dan keseruan. Anak yang merasa dicintai apa adanya diyakini akan tumbuh dengan mental yang kuat hingga dewasa.
Sebagai bentuk apresiasi setelah UAS, pemberian hadiah diperbolehkan asalkan tepat dan sehat. Orang tua dapat memilih reward seperti smoothie buah favorit atau yogurt plain dengan tambahan buah segar. Pilihan ini dinilai lebih baik dibandingkan makanan tinggi gula, karena membantu anak rileks tanpa mengganggu kesehatan dan tetap mendukung tumbuh kembangnya.