E-Sport Buka Peluang Karier Digital Generasi Muda Banyumas

RRI.CO.ID, Purwokerto- Perkembangan dunia digital membawa perubahan signifikan pada lanskap dunia kerja. Salah satu sektor yang kini menunjukkan pertumbuhan pesat adalah industri e-sport, yang tidak lagi dipandang sekadar aktivitas hiburan, melainkan telah berkembang menjadi bidang profesional dengan beragam peluang karier.

Hal tersebut dibahas dalam Podcast Tematik RRI Purwokerto yang mengangkat tema Karier Digital dan Tren Kompetisi E-sport. Podcast ini menghadirkan Wakil Ketua Pengurus E-sport Kabupaten Banyumas, Argiyan Dwi Pritama, serta Sekretaris Pengurus E-sport Banyumas sekaligus mantan atlet, Muhamad Akmal Luthfiansyah.

Argiyan menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir e-sport di Indonesia berkembang menjadi industri besar. Prestasi atlet nasional di berbagai kejuaraan internasional turut mendorong meningkatnya perhatian terhadap e-sport, baik dari pemerintah maupun generasi muda.

Menurutnya, kondisi ini membuka peluang karier yang luas, tidak hanya sebagai atlet profesional, tetapi juga sebagai analis, komentator, kreator konten, manajer tim, hingga penyelenggara turnamen.

Di tingkat daerah, Kabupaten Banyumas dinilai memiliki potensi yang cukup besar. Antusiasme peserta dalam berbagai turnamen lokal terus meningkat dari tahun ke tahun. Beberapa gim yang paling diminati antara lain Mobile Legends, Free Fire, e-Football, PUBG Mobile, dan Valorant. Banyumas juga telah mencatatkan prestasi di ajang Porprov dan Kejurprov, khususnya pada cabang Mobile Legends dan Free Fire.

Sementara itu, Akmal Luthfiansyah menilai kekuatan komunitas menjadi faktor penting dalam perkembangan e-sport. Ia menyebut Mobile Legends masih menjadi gim yang paling konsisten diminati karena mudah diakses dan memiliki basis pemain yang luas. Pengalaman sebagai atlet juga menunjukkan bahwa e-sport dapat menjadi sarana menyalurkan hobi sekaligus membuka peluang penghasilan melalui kompetisi.

Pengurus e-sport Banyumas juga mendorong pengembangan e-sport di lingkungan pendidikan. E-sport diharapkan dapat masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah untuk mewadahi minat pelajar sekaligus menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik.

Meski demikian, Argiyan mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait dukungan sponsor dalam penyelenggaraan turnamen. Kendati demikian, tingginya minat dan partisipasi dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas menunjukkan bahwa e-sport memiliki prospek yang menjanjikan di Banyumas.

Melalui pengelolaan yang lebih terarah dan dukungan lintas sektor, industri e-sport dinilai berpotensi menjadi bagian penting dari pengembangan karier digital generasi muda, sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas. (Dinda)


Rekomendasi Berita