Panduan Memilih Sunscreen dan Sunblock

KBRN, Palu: Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit, baik saat berlibur maupun dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pemilihan

sunscreen atau sunblock menjadi langkah penting untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV). Produk pelindung matahari yang tepat dapat membantu mencegah kulit terbakar, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit.

Dalam memilih

sunscreen atau sunblock, masyarakat perlu memperhatikan kandungan dan nilai SPF (Sun Protection Factor). Untuk penggunaan harian, SPF 30 dinilai cukup melindungi kulit dari paparan sinar UVB. Sementara itu, saat berlibur di pantai atau beraktivitas di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama, disarankan menggunakan SPF 50 dengan perlindungan broad spectrum yang mampu menangkal sinar UVA dan UVB.

Meski sering dianggap sama,

sunscreen dan sunblock memiliki perbedaan. Sunscreen bekerja dengan menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi energi panas, sedangkan sunblock berfungsi sebagai pelindung fisik yang memantulkan sinar matahari dari permukaan kulit. Sunblock umumnya mengandung zinc oxide atau titanium dioxide dan cocok untuk kulit sensitif, sementara sunscreen memiliki tekstur lebih ringan dan mudah meresap.

Zuqni, seorang anak muda yang aktif beraktivitas di luar ruangan, mengaku tidak pernah melewatkan penggunaan pelindung matahari.

“Buat saya,

sunscreen atau sunblock itu wajib, bukan cuma saat liburan, tapi juga sehari-hari. Kulit jadi lebih terlindungi dan tidak gampang kusam,” ujar Zuqni

Menurut Zuqni, kebiasaan menggunakan

sunscreen sejak dini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kesehatan kulit. Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih sadar akan pentingnya perlindungan kulit dari sinar matahari dan tidak menganggap remeh dampak paparan UV dalam kehidupan sehari-hari. (NDL)

Rekomendasi Berita