Penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Kalteng Tunjukkan Tren Positif
- by Sabella Indah Sari
- Editor Septina Trisnawati
- 16 Jan 2026
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Tengah terus menunjukkan perkembangan positif. Skema bunga rendah bahkan nol persen yang ditawarkan dinilai mampu meningkatkan animo masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dalam mengembangkan usaha mereka dengan dukungan pemerintah daerah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan siap mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam mendorong pengembangan UMKM melalui optimalisasi penyaluran KUR. Dukungan tersebut dilakukan melalui pengawasan terhadap kegiatan perbankan bersama Bank Indonesia (BI) Kalteng dan lembaga keuangan lainnya.
Pengawasan difokuskan pada rencana bisnis bank, termasuk proporsi penyaluran kredit produktif dan konsumtif, agar pelaksanaan KUR berjalan sesuai ketentuan serta menerapkan tata kelola yang baik.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Pebrian Azis, mengatakan pertumbuhan KUR di Kalteng masih tergolong stabil sejak tahun 2025, dengan pertumbuhan kredit di bawah kisaran 7 persen. Ia optimistis pada tahun 2026 pertumbuhan KUR akan semakin meningkat seiring membaiknya iklim usaha dan daya beli masyarakat.
“Berdasarkan sejumlah survei, optimisme pelaku UMKM dan sektor penyaluran kredit cukup baik. Pertumbuhan KUR pada 2026 diperkirakan semakin positif, terlebih Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah melakukan berbagai pencanangan dan rapat strategis, serta inisiatif pengembangan UMKM,” ujarnya, Jumat, 16 Januari 2026.
Primandanu menambahkan, KUR bagi UMKM di Kalteng disalurkan tanpa agunan dengan plafon mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga puluhan juta rupiah, sehingga lebih mudah diakses oleh pelaku usaha kecil.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM pengolah jahe instan, makanan ringan, dan kue kering, Lusi, mengaku usahanya masih berjalan namun belum optimal karena keterbatasan modal. Selain itu, pelaku UMKM juga harus menyesuaikan harga jual produk di tengah fluktuasi harga bahan baku, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Permodalan yang mudah dan tanpa agunan sangat kami harapkan agar UMKM di Kalimantan Tengah bisa berkembang dan bertahan,” katanya.
Dengan semakin mudahnya akses permodalan melalui KUR, diharapkan UMKM di Kalimantan Tengah dapat naik kelas, bersaing secara sehat, dan berkontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.