Rahasia Makna Kode Registrasi PK pada Pesawat Indonesia

KBRN, Padang: Jika sering melakukan perjalanan dengan pesawat terbang selalu terlihat deretan huruf kapital yang tertera pada bagian belakang pesawat. Tulisan alphabet seperti PK-GHD, PK-LBZ, PK-QJR ternyata memiliki arti dan fungsi yang krusial dalam penerbangan yaitu sebagai kode pendaftaran armada.

Pemberian kode registrasi setelah awalan PK di Indonesia biasanya mengikuti kebijakan internal maskapai untuk memudahkan manajemen identifikasi armada. Setiap perusahaan penerbangan umumnya memilih huruf pertama setelah tanda hubung sebagai penanda unik yang mencerminkan nama atau grup maskapai.

Penggunaan kode tersebut pertama kali diatur melalui konvensi internasional untuk mempermudah pemantauan lalu lintas udara di seluruh dunia. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional menetapkan bahwa setiap negara memiliki awalan alfabet berbeda untuk menandai asal wilayah registrasi armada.

Maskapai Garuda Indonesia secara konsisten menggunakan awalan huruf G seperti pada kode PK-GHD atau PK-GAA untuk seluruh armadanya. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, penggunaan kode ini memudahkan otoritas dalam mengelompokkan data kelaikan terbang sesuai dengan operator bersangkutan.

Grup maskapai Lion Air memiliki identitas yang cukup beragam dengan menggunakan awalan huruf L, V, hingga huruf T. Anak perusahaannya seperti Batik Air sering menggunakan awalan huruf B, sementara Wings Air identik dengan penggunaan kode awal W.

Maskapai Citilink yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia umumnya menggunakan awalan huruf Q untuk menandai setiap unit pesawatnya. International Civil Aviation Organization memberikan kebebasan bagi negara anggota untuk mengatur sub-kode tersebut selama tidak terjadi duplikasi identitas.

Sriwijaya Air cenderung menggunakan awalan huruf C pada kode registrasinya, sedangkan maskapai Pelita Air sering terlihat menggunakan awalan P. Pembagian ini berfungsi sebagai sistem pengarsipan yang rapi bagi teknisi bandara saat melakukan pengecekan rutin di area parkir.

Maskapai baru seperti Super Air Jet memilih menggunakan awalan huruf S untuk membedakan identitas mereka di kancah penerbangan nasional. Data statistik menunjukkan bahwa konsistensi penggunaan kode huruf depan ini sangat membantu petugas radar dalam mengenali profil operator pesawat.

Sejarah mencatat bahwa singkatan PK tersebut berasal dari istilah bahasa Belanda yaitu Pay Kecil yang merujuk pada identitas kolonial. Departemen Perhubungan Republik Indonesia tetap menggunakan identitas tersebut sebagai standar registrasi pesawat hingga saat ini demi konsistensi global.

Huruf PK dipisahkan oleh tanda hubung sebelum diikuti dengan tiga alfabet tambahan yang menentukan identitas spesifik dari unit tersebut. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menjelaskan bahwa pemberian kombinasi huruf tambahan ini dilakukan secara berurutan sesuai dengan waktu pendaftaran.

Kode PK-GIA misalnya sering kali diidentikkan dengan pesawat milik Garuda Indonesia sebagai representasi dari nama besar maskapai pembawa bendera. International Civil Aviation Organization mewajibkan penempatan kode ini pada posisi yang tidak terhalang oleh struktur sayap atau mesin.

Memahami makna dibalik dua huruf tersebut akan menambah wawasan kita saat melihat pesawat sedang parkir di apron bandara. Identitas ini bukan sekadar alfabet biasa melainkan simbol kedaulatan hukum Indonesia dalam industri transportasi udara di kancah internasional.

Rekomendasi Berita